The Untold Stories Of Harry Potter – Fleur

Terinspirasi dari seringnya seri Harry Potter disiarkan di tv (walaupaun yang menjengkelkan acara stasiun tv yang bersangkutan yang dimuat di surat kabar sering tidak sama dengan kenyataannya, jadi ku berpikir apa gunanya mencetak acara tv tersebut di surat kabar kalu sering tidak sama dengan kenyataannya), ku mencoba untuk menulis kembali cerita2 sex seperti dahulu. Tentunya cerita yang kutulis ini tidak bermaksud untuk menceritakan sihir2nya tetapi kenikmatan yang didapat Harpot dari temen2 prempuan yang selalu ada disekitarnya dalam cerita aslinya, Ginny Weasley, Fleur Delacour, Chochang, Hermione Granger dan Luna Lovegood. Seperti biasa cerita ini dilihat dari sisi prempuannya dan cerita ini setelah masa damai terjadi di dunia sihir setelah musnahnya Voldemort dan geng nya.

Ketika Ginny dan Harry pulang dari cottege, Bill Weasly, kakak Ginny, harus melakukan tugas keluar kota untuk beberapa hari. Aku meminta Ginny untuk menemani ku dirumah selama Bill keluar kota, tapi Ginny tidak bisa kerna masi ada tugas yang harus diselesaikannya. “Gak bisa Fleur, aku masi da kerjaan laen. Harry aja ya yang nemeni kamu, dia sementara ini belon ada kerjaan apa2 tu”. Aku senyum2 aja ketika mendengar Ginny mengusulkan Harry untuk menemaniku selama Bill kluar kota. “Gimana semalem”, bisikku ke Ginny. Ginny senyum2 aja, “Luar biasa Fleur, gak da matinya si Harry, on terus, mana ukurannya jumbo banget dah”. “Enak dong kamu”, kataku lagi. “Banget, cuma lemesnya juga banget, bisnya minta terus hihihi”. Aku horny juga mendengar cerita Ginny itu/ Sepeninggal Ginny sehabis makan siang, Harry langsung membantu aku melakukan pekerjaan membersih kan rumah, mencuci pakean sampe mengeringkannya di mesin, kemudian memabntu pula menyetrika pakean, Giat banget dianya, setelah selesai semuanya Harry nampak ngantuk dan lelah, makanya dia kupersilahkan tidur di ruang tamu yang sudah kusiapkan sebelumnya.

Sampe lewat waktunya makan malem, Harry blon kluar dari kamar, padahal makan malem sudah kusiapkan dari tadi. “Har, makan.”. Aku memanggilnya sembari mendorong pintu kamarnya, ternyata dia masih tidur dengan hanya memakai cd. Napsuku langsung timbul melihat pemandangan indah, tubuh yang walaupun tidak gemuk tetapi atletis sekali hanya dibalut sepotong cd dimana terlihat jelas kon tolnya besar dan panjang tercetak dengan jelas di cdnya. Kayaknya kon tolnya dah tegang berat. Karena pintu kamar berbunyi ketika aku buka, tiba2 dia membuka matanya, memandangku yang sedang terkagum2 melihat bodi dan kon tolnya. “Kenapa say?’, tanyanya sambil senyum2. Dia tau bahwa aku sedang mengagumi bodi dan juga kon tolnya. Aku jadi tersipu malu. “Makan tu, dah kusiapin dari tadi, ntar dingin”, kataku sambil keluar kamar. Lama kutunggu tapi dia gak keluar juga dari kamar, sementara itu napsuku makin berkobar membayangkan kon tolnya yang besar dan panjang itu. “Har”, panggilku lagi, tapi tetap gak ada jawaban. Aku kembali ke kamarnya. Dia rupanya sedang telentang sambil mengusap2 kon tolnya dari luar cdnya. Ketika dia melihat aku ada dipintu kamar, sengaja dia pelan2 menurunkan cdnya sehingga nongollah kon tolnya yang besar mengacung dengan gagahnya. Aku terbelalak ngeliat kon tol segede itu. “Kamu pengen ngerasain kontolku ya say”, katanya terus terang. “Belum pernah ya ngerasain kon tol segede aku punya. Aku juga napsu ngeliat kamu say, sejak pertama kali ketemu kamu ketika Lomba Triwizards beberapa taun yang lalu di Hogwarts. bodi kamu merangsang banget deh”.

Dia bangun dalam keadaan telanjang bulat menuju ke tempat aku berdiri. kon tolnya yang tegang berat berayun2 seirama jalannya. DIa segera memelukku dan menarikku ke ranjang, dirumah memang gak ada siapa2 lagi. Dasterku segera dilepaskannya, begitu juga bra dan cdku. Dia meneguk liur memandangi tubuh telanjang ku yang mulus, toket dengan pentil yang dah mengeras dan jembutku yang menghiasi nonokku dibawah sana. Kemudian dia mencium serta mengulum bibirku. Aku balas memeluknya. Bibirku digigitnya pelan pelan, bibirnya turun terus menciumi seluruh lekuk tubuhku mulai dari leher terus kebawah kepentilku, dikulumnya pentilku yang sudah mengeras, aku merintih rintih karena nikmat. Aku menekan kepalanya ke toketku sehingga wajahnya terbenam di toketku. Dia terus menjelajahi tubuhku, dijilatinya pelan dari bagian bawah toketku sampe ke puser. Aku makin mendesis2, apalagi ketika jilatannya sampe ke nonokku. Dia menjilati jembutku dulu sampe jembutku menjadi basah kuyup, pelan pelan jilatannya mulai menyusuri bibir nonokku terus ke itilku. Ketika lidahnya menyentuh itilku, aku terlonjak kegelian. Dia menahan kakiku dan pelan2 dikuakkannya pahaku sehingga kepalanya tepat berada diantara pahaku. Lidahnya menyusupi nonokku dan menjilati itilku yang makin membengkak. nonokku berlendir, dia menjilati lendir yang keluar. Aku gak tahan lagi, aku mengejan dengan suara serak, tanganku mencengkeram seprei dan kakiku menjepit kepalanya yang ada diselangkanganku. Aku nyampe. “Har, nikmat banget deh, padahal belum dien tot ya”, kataku mendesah.

Dia diam saja, dan berbaring telentang. “Kamu diatas ya say, biar masuknya dalem”, ajaknya. Aku mulai mengambil posisi berjongkok tepat diantara kon tolnya yang sudah tegang berat. “Aku masukkin kon tolku ke no nok kamu ya say”, katanya sambil mengarahkan kon tolnya menyentuh bibir nonokku. Dia tidak masuk menekankan kon tolnya masuk ke nonokku tapi digesek2kan di bibir nonokku yang berlendir sehingga kepalanya yang besar itu basah dan mengkilap. Aku terbuai, dengan mata terpejam aku mendesah2 saking napsunya, “masukin dong.” Aku mulai menekan kepala kon tolnya yang sudah pas berada di mulut nonokku. Pelan2 kon tolnya menyusup kedalam nonokku, “Akh, gede banget”, erangku. “Apanya yang besar say”, dia memancing reaksiku. “Punyanya kamu”. “..Apa namanya..?” dia memancing lagi, aku langsung aja menjawab, “kon tol kamu, besar sekali”. Dengan sekali hentakan keatas ko ntolnya menyeruak masuk nonokku. “Ooh, pelan2”, aku mendesah lirih. Mataku terbeliak, mulutku terbuka, tanganku mencengkeranm seprei kuat2. Bibir nonokku sampe terkuak lebar seakan tidak muat untuk menelan kon tol besarnya. “no nok kamu sempit sekali say”, jawabnya, “mangnya kon tol Bill kecil ya”. Aku gak menjawab tapi mulai berirama menaik turunkan pantatku, kon tolnya masuk merojok nonokku tahap demi tahap sehingga akhirnya ambles semuanya. Pelan2 dia ikut bergoyang menarik ulur kon tol besarnya. Aku mulai merasa sensasi yang luar biasa nikmatnya. nonokku yang sudah licin terasa penuh sesak kemasukan kon tolnya yang besar, kon tolnya terasa banget menggesek nonokku yang sudah basah berlendir itu. “enak banget, terusin dong”, erangku. “Terus diapain say”, jawabnya menggoda aku lagi. “Terus ento tin nonokku”, jawabku to the point. “ent otin pake kon tol gede kamu”. Enjotannya dari bawah makin menggebu sehingga aku makin menggeliat2. Aku memeluknya dan mencium bibirnya dengan agresif, dia menyambut ciumanku. Nafasku memburu kencang, lidahku saling mengait dengan lidahnya, saling menyedot.

Kemudian dia menggulingkan aku sehingga aku dibawah, dia mulai mengenjotkan kon tolnya keluar masuk dengan cepat. Aku mengangkangkan pahaku lebar2, supaya dia lebih mudah menyodokan kon tolnya keluar masuk. Keluar masuknya kon tolnya sampe menimbulkan suara kecipak2 yang seirama dengan keluar masuknya kon tolnya, karena basahnya nonokku. “enak sekali kon tolmu, , entotin nonokku yang cepet dong, nikmat banget”, desahku. “Ooh no nok kamu sempit banget say, terasa banget sedotannya. Nikmat banget deh”, jawabnya sambil terus mengenjotkan kon tolnya keluar masuk nonokku. Enjotannya makin ganas, pentilku diemut2nya. Aku menggelinjang kenikmatan, toket kubusungkan dan kugerak2kan kekiri kekanan supaya 2 pentilku mendapat giliran diemut, “Ssh, nikmat banget ngen tot ama kamu, pentilku dikenyot terus dong”, erangku lagi. “Aku bisa ketagihan dien tot kamu. Ooh, aku gak tahan lagi ni, mau nyampeee”. Aku mengejang sambil memeluk tubuhnya erat2, sambil menikmati kenikmatan yang melanda tubuhku, luar biasa rasanya. “Say, aku masih pengen ngen totin no nok kamu yang lama. Kamu bisa nyampe lagi berkali2”, katanya sambil terus mengenjotkan kon tolnya.

Dia minta ganti posisi, aku disuruhnya nungging dan nonokku dien tot dari belakang, nonokku terasa berdenyut menyambut masuknya kon tolnya. Aku memutar2 pantatku mengiringi enjotan kon tolnya, kalo dia mengenjotkan kon tolnya masuk aku menyambutnya dengan mendorong pantatku dengan keras ke belakang sehingga kon tol besarnya masuk dalem sekali ke nonokku. “Ooh nikmatnya dien tot dari belakang. Kerasa banget geseken kon tol kamu di nonokku”. Jarinya mengilik2 itilku sambil terus mengenjotkan kon tolnya keluar masuk. ” Uuh nikmat banget , terus mainin itilku sambil ngenjot nonokku”, erangku saking nikmatnya. Jarinya terus menekan itilku sambil diputar2, aku mencengkeram seprei erat sekali. Pantat makin kutunggingkan keatas supaya enjotannya makin terasa. Dia memegangi pinggangku sambil mengenjotkan kon tolnya keluar masuk dengan cepat dan keras. “nikmat banget deh, aku udah gak tahan neh, mau nyampe lagiii”, aku menjadi histeris ketika nyampe untuk kedua kalinya, lebih nikmat dari yang pertama.

Diapun mencabut kon tolnya dari nonokku dan berbaring disebelahku. ” belum ngecret kok ngecret dicabut kon tolnya”, tanyaku. “Aku masih mau kok dientot lagi, biar bisa nyampe lagi”. Dia setengah bangun dan membelai rambutku, “Kamu masih bisa nyampe lagi kok say”.”Aku mau kok dientot semaleman, kan aku bisa nyampe terus2an, nikmat banget deh”. Istirahat sebentar, diakembali menaiki aku lagi, secara perlahan tapi pasti dia pun memasukkan kon tolnya ke dalam nonokku. Aku mendesah dan merintih, ketika dia mengenjotkan kon tolnya sampe ambles semua aku kembali menjerit, “Aaaaaaahhhh ..”. kon tolnya dinaikturunkan dengan cepat, akupun mengimbanginya dengan gerakan pantatku yang sebaliknya. Bibirnya bermain di pentilku, sesekali dia menciumi ketekku, bau keringatnya merangsang katanya. Aku memeluknya dan mengelus2 punggungnya sambil menjerit dan mendesah karena nikmat banget rasanya, “Aah nikmatnya. Terus tekan yang keras, aah”. Dia meremas2 toketku dengan gemas menambah nikmat buatku. Dia terus mengocok nonokku dengan kon tolnya, aku menjadi makin histeris dan berteriak2 kenikmatan.

Tiba2 dia mencabut kon tolnya dari nonokku, aku protes, “Kok dicabut lagi si, aku belum nyampe ni, dimasukin lagi dong kon tolnya”. Tapi dia segera menelungkup diatas nonokku dan mulai menjilati bagian dalam pahaku, kemudian nonokku dan terakhir itilku. “diapa2in sama kamu nikmat ya Har, terus isep itilku dong….aaaahhhh”, erangku. Dia memutar badannya dan menyodorkan kon tolnya ke mulutku. kon tolnya kujilati dan kukenyot2, dia mengerang tapi tidak melepaskan menjilati nonokku yang dipenuhi lendir itu. “say, aku dah mau ngecret neh”, katanya sambil mencabut kon tolnya dari mulutku dan segera dimasukkan kembali ke nonokku. Dia mulai mengenjot nonokku dengan cepat dan keras, aku rasanya juga sudah mau nyampe lagi, goyangan pantatku menjadi makin liar sambil mendesah2 kenikmatan. Akhirnya dia mengenjotkan kon tolnya dalam2 di nonokku dan terasa semburan pejunya yang hangat didalam nonokku, banyak sekali ngecretnya, bersamaan dengan ngecretnya akupun nyampe lagi. Aku memeluk tubuhnya erat2, demikian pula dia. “nikmat banget deh Har”, erangku. Aku terkulai lemes dan bermandikan keringat. Dia kemudian mencabut kon tolnya dan berbaring disebelahku. Tak lama kemudian, kita bangun dan membersihkan badan di kamar mandi.

Tidak ada aktivitas lanjutan di kamar mandi karena dia dah laper, selesai bebersih dia keluar untuk makan sedang aku berbaring aja bugil di ranjang, Bener kata Ginny lemes banget udahannya, lama2 aku tertidur karena lelah dia garap barusan.

Tidak tau berapa lama aku tertidur, aku terbangun karena toketku terasa ada yang meremas2. Aku membuka mata, kulihat dia tersenyum melihatku, “Say, ngelanjutin lagi yuk”. Dia sudah bertelanjang bulat berbaring disebelahku. kontol besarnya sudah ngaceng sempurna. Tanpa menunggu jawabkanku, bibirku diciuminya sambil meremas2 toketku sudah mulai mengeras, pentilku di pilin2nya, aku hanya bisa ber ah uh karena rangsangan yang luar biasa itu. Aku malah mengimbangi ciuman ganasnya. Pentilku langsung diserbunya, diemut2nya dengan rakusnya sehingga pentilku langsung mengeras, sementara itu toketku terus saja diremas2nya. Puas mengemut pentilku, jilatan lidahnya turun ke arah perutku, terus ke bawah lagi dan mampir di nonokku. Lidahnya segera membelah bibir nonokku dan menjilati itilku, aku mengangkangkan pahaku sehingga mempermudah dia menggarap itilku. Aku mulai mengerang2 saking nikmatnya yang melanda tubuhku. “Aasshhg.. hngghh.. ssshhhg..” badanku melintir, bergeliat-geliat oleh kilikan jilatan di itilku. Dia makin bersemangat karena eranganku.

Tiba2 dia melepaskan jilatannya, segera menaiki tubuhku yang sudah telentang pasrah, siap untuk dienjot, dia membasahi kepala kon tolnya dengan ludahnya kemudian ditempelkan ke bibir nonokku dan langsung ditusuk masuk. “Hhgghh..” sekali lagi aku mengejang kali ini oleh sodokan kon tolnya. Tapi karena sudah cukup siap, dengan mudahnya dia menancapkan kon tolnya ke dalam nonokku. Aku menggelepar ketika menyambut masuknya kon tolnya yang cepat amblas ke dalam nonokku. Begitu tertanam didalam, kon tolnya dienjotkan keluar masuk pelan2. Terasa banget kon tolnya yang besar menyeruak masuk mengisi lobang nonokku yang terdalam. “Hhsssh, dalemm banget Har”, spontan keluar eranganku, “nikmat banget rasanya”. Dia terus mengenjotkan kon tolnya keluar masuk, aku merangkul lehernya dan kedua kakiku membelit pahanya. Dia makin gencar mengenjotkan kon tolnya keluar masuk sehingga aku makin menggeliat saking nikmatnya. “Enak banget, mana dalem banget masuknya. Aaa.. dikorek-korek gitu aku pengenn kluarr. Ayyo Har..adduuh”, erangku gak karuan. “.. Iyya ayyo aaahhgh.. ssshgh.. hghrf.. ennaak nonokmu say, aku juga mo ngecret .. sshmmmh..” “Hhsss.. aduuhh tobatt Har.. hahgh ooghh.. kon tolnya masuk dalem sekali Har, gedee sekalli, aduuh.. Har. lebih nikmat dari tadi deh.” kon tolnya makin dipompa keras2, nikmat banget rasanya. “Heg.. yaang kerass Har.. shh, iya gittu..aduh..ssshgh.. heehh.. ayyo.. ayoo Har.. aaahgh.. sshgh. aku udah mo nyampe.. aduhh.. hghshh.. hrrgh..” Dia meremas2 toketku, sampai akhirnya akupun nyampe. Dadaku membusung, seolah-olah tubuhku terangkat-angkat oleh tarikannya yang meremasi kedua toketku

Tapi menjelang tiba di saat dia ngecret, dia mencabut kon tolnya dan langsung tegak berlutut sambil menarik kedua lenganku sehingga aku ikut bangun terduduk. Dia menekan kepalaku ke arah kon tolnya yang tegang mengangguk2 berlumuran cairan nonokku. ‘”Ayo say isepin sampe ngecret.” Tanpa ragu-ragu aku langsung mencaplok dan mengocok kon tolnya dengan mulutku. Tidak bisa semua, hanya tertampung kepalanya saja dimulutku, tapi ini sudah cukup membuat dia ngecret di mulutku. Aku agak tersedak karena semprotan pejunya yang tiba2, dia terus menekan kepalaku supaya tidak melepaskan kulumanku sehingga pejunya tertelan olehku. Setelah keluar semua, aku melepas mulutku, langsung meringis. “Kenapa say, nggak enak ya rasanya?” tanyanya geli. “Asin rasanya..” jawabku ikut geli. “Emang enak sih dikeluarin pake mulut?” kataku sambil bergerak bangun untuk ke kamar mandi mencuci bekas-bekas permainan ini. “Oo.. sama kamu sih pasti enak aja.” jawabnya sambil ikut bangun menyusulku.

Di kamar mandi, dia memelukku dari belakang, aku belum sempet bebersih ketika tangannya mulai meremas toketku, pentilnya diplintir2 sambil menciumi kudukku. Aku menggelinjang kegelian. Aku mencari kon tolnya, astaga, sudah mulai ngaceng lagi rupanya. Kuat banget dia, baru aja ngecret di mulutku sudah mulai ngaceng lagi. “Kuat banget sih kamu, baru aku emut sampe ngecret udah ngaceng lagi”, kataku. “Iya tadi kan ngecret dimulut kamu, sekarang pengen ngecret lagi di no nok kamu”, jawabnya sambil terus meremesi toketku. Leherku terus saja diciumi, dijilati dengan penuh napsu. Akupun tidak tinggal diam, kon tolnya yang makin keras aku remes dan kocok2 biar sempurna ngacengnya. “Aku isep lagi ya”, kataku sambil jongkok di depannya. Ujung kon tolnya kujilati dan kemudian giliran kepala kon tolnya, terus ke pangkalnya, kemudian ke biji pelernya. Dia mengangkat kaki kanannya supaya aku mudah menjilati kon tolnya. Kemudian jilatanku naik lagi keatas, dan kepalanya langsung kukulum. Kepalaku mengangguk2 seiring keluar masuknya kon tolnya dimulutku, sambil ngisep, biji pelernya aku elus2. “AAh say, nikmat banget deh”, erangnya. Dia memegang rambutku dan mendorong kon tolnya keluar masuk mulutku dengan pelan.

Sepertinya dia udah tidak tahan lagi, aku diseretnya keluar kamar mandi dan ditelentangkan di ranjang. Pentilku menjadi sasaran jilatannya, jilatan berubah menjadi emutan, bergantian pentil kiri dan kanan. kemudian jilatannya turun ke perut, kemudian ke pusar sampe akhirnya ke jembutku. Jarinya mulai mengelus bibir nonokku, kemudian jilatannya mulai menjelajahi nonokku yang sudah basah kembali. Jilatannya tidak langsung ke itilku tapi berputar2 sekitar nonokku. Ke daerah paha, terus kedaerah pantat dan naik lagi. “nakal ih”, desahku, napsu sudah kembali menguasaiku. Jilatannya diarahkan ke itilku sambil memasukkan jarinya ke nonokku. Dia menggerakkan jarinya keluar masuk nonokku. “Aaaaahhhh…”, desahku saking napsunya. pinggulku menggeliat kekiri kekanan.

Akhirnya sampailah saat yang kutunggu2, dia menaiki badanku, ditindihnya aku, kon tolnya diarahkan ke nonokku yang sudah basah banget. Kepalanya diusap2kan dibibir nonokku. Aku mengangkat pantatku ke atas sehingga bless masuklah kepala kon tolnya membelah nonokku. Dia mulai mengeluar masukkan kon tolnya ke nonokku, pelan2, makin lama makin cepat, sampe akhirnya dengan satu enjotan yang keras, seluruh kon tolnya nancep dalem sekali di nonokku. “nikmat sekali”, jeritku. Aku menggelinjang makin gak beraturan seiring dengan enjotan kon tolnya keluar masuk nonokku dengan cepat dan keras. Kakiku menjepit pinggulnya, kemudian diletakkan di pundaknya, dia pada posisi berlutut, makin terasa gesekan kon tolnya ke dinding nonokku, nikmat banget. nonokku mulai berdenyut2 meremes2 kon tolnya yang terus bergerak lincah keluar masuk. “Aku udah mau nyampe nih, terus enjot yang keras dong, aah”, erangku lagi. Dia makin semangat mengenjot nonokku.

Tiba2 dia berhenti dan mencabut kon tolnya, “AAAAhhhh”, protesku. Ternyata dia pengen ganti posisi. Aku disuruhnya nungging dan kembali kon tolnya melesak masuk nonokku dari belakang, doggie style. pantatku dipeganginya sementara dia mengenjotkan kon tolnya keluar masuk. Toketku yang berguncang2 seirama dengan enjotan kon tolnya diraihnya, diremes2nya, pentilnya diplintir2, menambah kenikmatan yang sedang mendera tubuhku. “Terus dong”, erangku lagi, aku mencengkeram seprei dengan kuat saking nikmatnya. Aku memaju mundurkan badanku supaya kon tolnya nancep dalem sekali di nonokku, sampe akhirnya, “Terus Har, aku nyampe lagiii”. Dinding nonokku berdenyut2 mengiringi sampenya aku, dia terus saja mengenjot nonokku dengan cepat. Aku nelungkup, capai banget rasanya meladeni napsunya.

Dia membaringkan dirinya, kon tolnya masih tegak berdiri berlumuran cairan nonokku. “Say, kamu yang diatas ya, aku belum keluar neh”, pintanya. Aku menempatkan diriku diatasnya, kon tolnya kupegang dan langsung kutancapkan ke nonokku, badan kutekan kebawah sehingga langsung aja kon tolnya ambles semua di nonokku. Aku mulai menggoyang pinggulku, kekiri kekanan, maju mundur, berputar2. biar cape, tapi nikmat banget rasanya gesekan kon tolnya ke nonokku. Toketku diremes2nya sambil memlintir2 pentilnya. Aku merubah gerakanku menjadi keatas kebawah mengocok kon tolnya dengan nonokku. “nikmat banget deh”, erangku. Akhirnya aku tidak bisa menahan diriku lebih lama lagi, aku ambruk didadanya karena nyampe untuk kesekian kalinya. “Kamu belum mau ngecret ya, aku lemes ni”, desahku. “Tapi nikmat kan”, jawabnya. “Nikmat banget”. Dia berguling tanpa mencabut kon tolnya dari nonokku sehingga sekarang dia ada diatasku. dia mulai lagi mengenjotkan kon tolnya keluar masuk nonokku. “Say, aku udah mau ngecret, erangnya sambil mempercepat enjotannya. Dia terus mengenjotkan kon tolnya keluar masuk nonokku, sampe akhirnya, “Say”, erangnya. terasa sekali semburan pejunya membanjiri nonokku. Kami berdua terkulai lemas.

Pencarian terkait:

cara masuk grup bokep line, cara masuk grup line bokep, cara masuk grup bokep di line, bokep crot terus, bibik seksi bugil nafsuin sdarah, jilmek pembantu, itil 3gp, ngintip istri tetangga, itil janda 3gp, janda tua cantik
Uncategorized