Terserah Apa Judulnya ..

Bukan Jakarte namenye kalu ga MACET, bersama polutan dan suara klakson di sana-sini, macet kian “mempercantik” the devil town with the fuckin shit at here and there. Udah lah itu bukan urusan gue, itu urusan Jokowi dan istrinya A-hock, tapi .. suka ga suka, peduli ga peduli .. macet ini bikin gue ..

Kenapa mesti pagi dan kenapa harus (jalan) Gatot Subroto, gue bener2 benci pagi ini !!

Skip-skip-skip (kita maen cepet aja ya gan ?!)

Alhasil, emosi gue naik gara-gara macet.Tanpa, ba-bi-bu, bersama sedan lansiran 2001 gue langsung betot kanan begitu ada space di kanan gue. emang dasarnya apes, gue malah nabrak seorang pejalan kaki idiot yang nyebrang tanpa meliahat kiri-kanan. Syukur ga terlalu parah, cuman .. cuman patah kaki doang dan cedera kecil di beberapa bagian badan tambunnya.
Ah .. ada2 aja, daripada di tampolin orang sekampung, gue segera membawa pria setengah baya tsb ke klinik terdekat dan setelah ngobrol ke sana-kemari dengan si korban, akhirnya gue ketahui bahawa bapak berambut cepak ini adalah seorang driver dari seorang aktris cantik bernama ..
Setengah jam kemudian, majikan si driver ini pun datang bersama managernya.
Wow .. !! Farah Quinn emang yahud, dengan atau tanpa make up, wanita berwajah sensual ini emang ..
make me numb, make me dumb. Dumb-dumb fvckin Dumb-dumb, itu toket apa melon mbak ?!!

**

“Ya ampuunn .. emang kronologinya gimana sih ?” tanya si chef cantik tsb di samping gue sembari memperhatikan kondisi sopir bermuka mesum tsb. Ya iyalah .. tiap jam tiap waktu di sunguhi panorama sepasang “quldi” dan bongkahan pantat besar sang majikan, ga heran kalo tuh sopir berotak g-string.

“kejadiannya dimana ?!” belum juga terjawab pertanyaan yg pertama, Mrs. Quinn udah melontarkan sebuah pertanyaan lagi, tapi kali ini pertanyaan tersebut tertuju buat gue. So, doi pun memalingkan wajah imutnya ke arah gue.
ah .. gue cium luh ..

“bla-bla-bla ..” terang gue dengan nada dan gaya bicara seorang reporter yang melaporkan berita dari Irak dan nona cantik tersebut menangkapnya dengan bijaksana. But, yang jadi permasalahannya bukan biaya pengobatan yang udah barang tentu jadi tanggung-jawab gue.

“masalahnya gini lho mas, saya ga punya driver lagi selain pak Musa, dan hari ini juga saya mesti menghadiri pernikahan teman saya di Mulia ..” Kegalauan benar2 tampak di wajahnya dan gue .. gue bener2 merasa bersalah. huft ..

“hotel Mulia maksud Mbak ? ” tanya gue

“iya”

tiba2 sang manager yang sedari tadi cuman bengong angkat bicara.

“hmm .. gua punya usul . hmm gini, semua biaya pengobatan pak Musa biar pihak kami yang menangani, asalkan kamu, siapa sih nama kamu ?” kata si manager yang mukanya sepintas mirip Fenita ari itu.

“Andryan !!” jawab gue

“iya mas Andryan, asalkan mas Andryan mau menggantikan posisi pak Musa sebagai driver mbak Farrah sampai pak Musa sembuh 100 % dan bisa menjalani tugasnya lagi ? gimana ?” papar si “Fenita Ari”, lalu memalingkan wajahnya ke arah artisnya, seakan meminta persetujuan dan tanpa menunggu lagi, chef sexy kelahiran 30 tahun silam tsb menganggukan kepalanya, tanda setuju. Gue sih. oke-oke aja, tapi ..

“tapi ..” belum kelar gue ngomong, mrs. quinn memotongnya, memohon dengan amat-sangat agar gue mau menggantikan posisi pak Musa.

“pleaseee .. mau ya masss, jujur deh, aku ga bisa kemana2 tanpa sopir !!”

**

“kita ke salon dulu yah” pinta “bos” baru gue dari jok belakang

“salonnya dimana mbak ?! ” maklum sopir baru, jangankan ke salon, rumahnya aja gue ga tau

**

Nah, itulah awal muasal kejadian yang membawa gue bisa sampai di sini. Di hari ketiga gue berperan sebagai driver sang angel berkulit kecoklatan ini, hubungan gue dan “majikan” bener2 intim. Meski ini hari ketiga gue bekerja untuknya, tapi ini merupakan malam pertama gue menginap di rumahnya yang kala itu ga ada siapa2 selain, doi, gue dan beberapa setan yang berjingkrak kegirangan. Atas alasan, takut di rumah sendirian, mrs. quinn memaksa gue untuk mau menemaninya di rumah yang cukup besar dan mewah ini. Otak gue masih normal, masih bekerja seperti otak lelaki normal lainnya, jadi .. adalah bodoh kalo gue menolak tawaran yang mungkin cuma kali ini doang, sekali dalam seumur hidup gue.

Sedikit tentang gue :

name : Andryan ***** *******
nick : Ryan
Date of Birth : September 30. 1989

udah yaw segitu aja. O .. mengenai tampang gue, kalo kata ibu kantin komuk (wajah) gue mirip dikit ama nicholas saputra, kalo kata ibu kost gue rada mirip andika pratama tapi kalo kata anak perawan ibu kang nasi uduk yg buka tiap pagi di perapatan, muka gue mirip ama mantannya. Entahlah mana yang bener, yang jelas ..
malam ini ..
detik ini ..
ada sesuatu yang cuma bisa di ungkapkan dengan menelan ludah ..

**

“nih .. aku bikinin khusus buat kamu, namanya Chocolate starfish flavoured water”
Kedatangannya yang tiba-tiba membuyarkan khayalan jorok gue saat itu. Khayalan jorok yang semakin jorok ..

Gimane ga makin jorok, kalo yang dateng cuman make dress sepaha berbahan chiffon yang tembus pandang, tembus memandang bra hitam dan g-string yg berwarna senada. Dan entak udah berapa liter ludah yang gue telen sampai detik ini ..

Sambil menikmati makanan berlumer coklat hangat ini kami berbincang mengenai Dewi persik dan payudaranya di depan televisi. Dan ngomong-ngomong tentang payudara, entah di sengaja atau emang di sengaja, tapi kayanya sih pasti di sengaja, karena, kebanyakan wanita atau cewe yang udah punya rasa malu pasti merapatkan kerah dadanya, supaya ketika menunduk, bongkahan yang tumbuh di dadanya tak menjadi bahan coli lelaki yng berada tepat di depannya, tapi yang ini lain ..
Malah dengan jelas doi membungkukan badannya, yang berakibat pada terlihatnya sepasang totet ranum yang terkungkung dalam gendongan bra berhias payet tsb.

Lagi-lagi di sengaja, dengan sengajanya doi menumpahkan minumannya tepat di paha gue ..

“eh sory .. sory ” ucapnya. Lalu dii lapnya paha gue yang terguyur minuman tsb dengan tissue setelah menaruh cangkir yang seperempat isinya membasahi jeans gue. Judulnya sih emang nge-lap, tapi beberapa kali gerakan tangannya yang lentik itu nyerempet ke kediaman dimana Mr. Jenggo kebakaran menuntut kemerdekaannya.
ente udah tau apa siapa itu Mr. Djenggo ..

“udah mbak, ga usah, gapapa kok .. ” kata gue sembari “mengambil” tangannya yang sibuk mengelapi paha gue. Dan jemari lentik dalam lengan nan cantik itu ga segera gue lepasin, karena memang sang empunya pun ga jual mahal kalo kelima jarinya itu gue rangkul, karena gue masih pengen merasakan halus dan lembutnya jemari sang angel, karena ..

Malam pun semakin larut, melarutkan kami dalam perasaan dan birahi yang menyatu dalam masing2 dada. Dengan mesra dan kerlingan mata yg sedikit nakal, gue kecup punggung tangannya, sebuah kecupan yang menjadi awal dari ungkapan cinta yang berbeda kasta, tapi ga memandang kasta. Kalo kata alm. nenek gue, cinta itu ga perlu di katakan, karena cinta itu tahu ke mana ia harus mengalir dan bermuara. Ah .. nenek gue emang puitis tapi bener juga sih apa kata beliau. Gotcha !! Seiring degupan jantung gue yng makin belingsatan, serta desiran darah gue yang mengalir zig-zag dalam arteri2 yang beberapa detik lagi bakalan jebol .. wajah kami kian berdekatan satu sama lain, siap untuk menuangkan kecup dan cinta di atas bibir yang kelu .. oohh cintaa .. gue bener2 ga bisa ngebedain mana cinta mana syahwat.

Bibir kami pun bertemu dan untuk beberapa saat tak ada aktivitas eksotis dari kecupan pertama ini, mungkin kami masih canggung untuk ..
.. tapi tiba2 aja lawan kissing gue melumat bibir gue tanpa membaca doa dan kemudian menyisipkan lidah hangatnya ke dalam mulut gue, kunjungan hangat yang gue sambut dengan sambutan yang liar, yang ga kalah liar dari seekor singa yang kelaparan selama 4 hari 4 malem. Ga cuman si singa yang kelaparan, kesepuluh jari gue pun mulai kelaparan, mulai beringsut mencari sesuatu yang bisa di “mangsa” dan pencarian itu usai saat beberapa jari yg beruntung ini menemukan sepasang buah super-sexy yang jatuh dari surga dan menggelantung di dada Miss. Farrah Farhanah Quinn nan cantik menggiurkan. Seraya terus memamerkan keahlian masing2 bibir dalam urusan kulum mengulum, jari2 di tangan kanan gue sibuk sendirian di payudara kiri Ny. Quinn yang tanpa sadar telah membakar habis gelora dalam dadanya, karena terbukti, pentil yang berlokasi di pucuk payudaranya kini mengeras, mengeras, mengeras dan ouuhhh mengeras ..

Beberapa menit berlalu dengan kecupan yang dahsyat lagi mengguncangkan, gue seret kecupan gue ke arah telinganya lalu beranjak mesra dengan nafsu segede gunung melewati lehernya yang jenjang, sementara desis dan desah erotisnya kian melengkapi ke-BEJO-an gue malam ini.
Fyi, Bejo itu ungkapan lain dari kata beruntung alias lucky

Setelah melewati lembah dan ngarai dari tubuh seorang wanita dewasa yang haus akan belai dan buai kejantanan seorang “algojo”, bibir gue pun bercokol mantap di ujung puncak tetek wanita asal Bandung tsb. Tapi sebelumnya, gue sedikit “berbasa-basi” dengan menjilati bagian bawah payudaranya sebelum sampai dan “menancapkan sangsaka merah-putih di puncak everest”. Indoneshita tanah air beta .. jadi cuma beta yang punya tanah dan air, yang lain cuma punya lingerie dan g-string !! (hahaha .. ga lucu)

Sedikit demi sedikit dan berbekal kesabaran yang di ajarkan guru ngaji di pesantren saat kecil, akhirnyaa .. dress itu pun tanggal dari tubuhnya yang menggiurkan, seperti coklat hangat yang nikmat di nikmati kala dingin merangkul sukma. Yang tersisa kini hanyalah g-string hitam pekat berhias payet dan bra berwarna senada yang sudah tersingkap mempertontonkan isi di dalamnya, yakni …. yupzZ bener banget la’u. TOTET !! Totet berisi “chocolate” padat warna kecoklatan dengan sebuah puting coklat tua di atasnya, menghias seperti cherry di kue ulang tahun Zaskia gotik.

Ritual pertama berlangsung sukses, kini saatnya ritual kedua yaitu, jilmet alias jilat memet. Gue beranjak dari posisi gue, lalu dengan kurang ajarnya gue buka kedua paha nan montok tersebut, gue buka selebar2nya dan mengangkatnya sampai organ yg berada di tengah selangkangan wanita yg didapuk menjadi duta in-flight meal sebuah maskapai penerbangan itu terpampang sempurna.

Kau begitu sempurna
Di mataku kau begitu indah
Kau membuat diriku akan slalu memujimu
Di setiap langkahku
Ku kan slalu memikirkan dirimu
Tak bisa kubayangkan hidupku tanpa memetmu
Wahai Andra, saya yakin anda menciptakan lagu tersebut ketika posisi anda seperti saya saat ini, tentu dengan memet yang lain .. wkwkwkwk

“hmmm .. sssttt … ooohh ..” lenguh, desis juga desah semuanya terlontar dari bibirnya yang sexy, bahkan beberapa kali doi juga menjambak rambut metal gue lantaran tak kuat menahan aliran energi positive yang di sampaikan clitoris-nya ke seluruh tubuh. Look at that .. tak hanya puting, benda mungil sebesar biji kedelai di tengah vaginanya mulai mencuat mengeras, membuat gue semakin ganas untuk menyeruputnya .. sluuuuuurrrrrrrrrpppppp. Sejenak gue bersihin lidah gue dari beberapa jembie’s-nya yang rontok dan menempel di lidah gue dan karena doi org baik, doi pun turut serta membantunya, membantu mengambil jembiesnya yang menempel di lidah gue. Uhuyy

Cukup dengan segala basa-basi ini, kini adalah saat untuk membebaskan Mr. Djenggo yang udah becek dari dalam kediamannya. Bersamaan dengan doi yang melepas g-stringnya, gue pun melepaskan celana jeans, boxer dan yang terakhirmy panties pride.

Genderang perang telah tertabuh, sebuah meriam dengan begitu perkasanya ia terhunus. “Tak ada yang tak bisa ku lakukan” Ucap sang Gatot kaca “sawah ku tendang, angkasa ku sambangi, laut ku tumpahkan .. tapi cuma gunung yang ku elus !!” lanjutnya
Wtf

Namanya rejeki emang ga kemana, di saat yang lain hanya bisa “menyetubuhi” dalam khayalan mesunmya, gue .. Andryan **** dengan ini menyatakan, mendapatkannya !!!

Berbekal pengalaman memerawani 5 perawan, melayani 9 janda dan memuaskan 4 binor, dengan segenap jiwa dan raga serta tekad yg bulat sebulat meja bundar di Den Haag, gue melesakkan si Djenggo dengan begitu mantap ke arah liang peranakan Mrs. Quinn setelah sebelumnya laptop di atas meja mengalunkan (lagu) Wonderful tonight milik Dedi Dhukun.

Seiring gelora yang hanya bisa di terjemahkan melalui desah dan resah
izinkan jiwaku membawa terbang jiwamu ke sebuah dunia, dimana hanya ada kita dan bunga yang tengah bermekar dan ratusan bidadari dengan harva ditangannya.

oh .. cinta betapa peret dan hangatnya memetmu, sementara kedua lengan gue menggenggam kedua tungkai kakinya, si Djenggo pun melakukan tugasnya dengan baik dan doi pun sungguh menikmatinya, yes .. menikmatinya dengan cara memalingkan wajahnya dan memejamkan sepasang matanya yg cantik sementara desah dan desis tak henti2nya mengalir dari segurat bibir yang masih menyisakan warna jambon polesan lipstick. Sadiss .. I have to my mind .. i have to my soul .. i have to my everything but i’m not vicky prasetyo. Ga cuma itu bray, gue perhatikan jari-jarinya yang mencengkram sudut2 bantal .. jari2 tersebut kian meremas .. kian menggemas. uummppphhh ….

hingga milyaran sel sperma gue pun berebut keluar dan memenuhi liang vaginya yang basah, seperti ratusan buruh yang tumpah berdemo menuntut upah kehidupan yang layak seperti para koruptor maniacs.

the end

Pencarian terkait:

bokepdo reporter
Uncategorized