Pacar Ku Ini Polos , Suatu Saat Nanti Jadi Benar2 “Polos” (Real Story)

[COPAS DARI BLOG ANE]

Berbekal informasi dari internet dan kawan yg pernah melakukannya, ane pingin merasakan bagaimana rasanya kawin kontrak. Namaku dino, aku seorang pengusaha muda yang cukup sukses, masih jomblo, jujur wajah ane tdk tampan kurus dan hitam, tinggi 1,75 cm, standard orang indonesia. Jangan salah meskipun tampang ane pas – pas’an, saat SMU ikut bokap yg saat itu bertugas di Biak- Papua. Di biak lewat pergaulan dengan teman asli Biak, ane “upgrade” si otong, membesarkan si otong, kalau di Jawa terkenal mak erot, di Biak dikenal dengan istilah Bungkus, di daerah Yafdas, biak. Semacam ramuan tradisinal yang dibungkus ke Otong dan di biarkan sampai otong mengembang. Jadi otong ane seukuran kaleng sarden kecil, sama dengan pergelangan tangan ane (pernah ngukur saat maen ama WP), kalo panjang kurang 20-22 cm (hanya kira2), ga enaknya kalo kepanjangan harus benar – benar tegang baru bisa digunakan…hehehe…! Enaknya gede dan panjang, kalo sudah tegang dan kaku bakalan bikin pecun, WP, AK, tante, istri tetangga, spg, semua “mahluk berkulit halus” (wanita), pada klenger kena sodokan ane, biasanya malah minta tambah.

Saat ini ane berdomisili di jakarta, menggeluti berbagai macam bisnis yg tdk perlu saya sebutkan, setelah jomblo selama 3 bulan dan ingin refresing, melakukan perkimpoian yang intens, ane tanya ama teman dan browsing tentang kawin kontrak dipuncak (puncak hanya istilah bukan daerah puncak sebenarnya, hanya menyamarkan lokasi TKP). Teman ane, biasa ane panggil kabul berkata ia pernah mendengar tetangganya (si Ujang) cerita bahwa didaerah asalnya, ada modus kawin kontrak. Singkatnya ane ketemu dengan Si Ujang, dapat info dan mengatur rencana berangkat menuju tempat tujuan. Sengaja ane menggunakan mobil rental untuk menghilangkan jejak, ingin refresing, bebas melemaskan si otong, yg “ngambek”.

Mang ujang kebetulan mau pulang mengunjungi keluarga karena kakak laki2nya menikah. Jadi tepat pula ane tawarkan bareng dan On tHe WAY. SAMPAI di tkp istirahat, sewa satu vila 3 kamar dan 1 kamar kecil dibagian belakang. ane sendirian. Paginya sama si ujang mencari “Target” yang bisa di kontrak, ane cuman pingin seminggu tetapi kata si ujang, jarang ada yang mau seminggu jadi ane terpaksa 1 bulan (itu minimal), pikir ane seminggu udah bosen di tinggal saja. Yang penting puas, uang banyak keluar ga masalah mumpung bisnis lagi mantap, penghasilan cukup, apa yang gua pikir’in. Bisnis Via telpon juga ga masalah, diurus anak buah sebulan juga ga masalah, kecuali ada masalah serius ane balik jakarta.

Ane meluncur ke rumah si ujang Cuma jalan kaki karena jaraknya kurang lebih 100 meter, berbasa – basi sebentar dan dikenalkan sama keluarga ujang dan kakak laki-laki dan calon istrinya yang ternyata bodi dan wajahnya top markotop, ane taksir si Toge ini ukuran dadanya 34 DD dan bokongnya bulat mantap tetapi pinggangnya ramping, ane perhatikan bahwa si NENI, calon iparnya ujang ini memiliki seks apeal, lebih mirip arab ketimbang orang sunda, mirip bintang bokep Mia Khalifa bodinya. Setelah diantar ujang melihat calon istri simpanan, kontrak ane, ane tertarik sama dua gadis yg pertama mira (16 thn) dan dena (20 thn), mira virgin jadi mahal bro ** juta, dua digit plus enam angka nol, dena juga dua digit juta, tetapi tidak semahal mira total keduanya plus Villa jadi 3 digit Jt (Rp *** jt), ratusan juta plus satu pembantu buat masak di villa yang ane belum tahu orangnya, kata si ujang nanti di carikan. Ane bungkus keduanya, prosesi selesai dalam dua hari (selektif dan hati2), (jarang ada yg kontrak dua wanita sekaligus, berkat koneksi si ujang ane bisa juga merealisasikan fantasi ane).

To the poin ke perkimpoian langsung aja, Malam itu langsung melaukan aksi setelah cari makan diluar, ane dalam kondisi fit, ane pingin bikin kedua istri ngontrak ane, klenger. Sengaja ane pisa’in di satu kamar masing2. sendiri2 biar jgn komentar macam2 tentang otong ane. Ane garap si dena dulu, segera ane masuk kamarnya, ia hanya membalutkan dirinya dengan handuk, ane dekatin, dorong halus dan ia rebah keranjang, emut bibirnya, tarik handuknya lepas, empot toketnya bulat kayak mangko’k bakso. tangan ane yang kiri memilin, kiri kanan buah dadanya, tangan kanan membelah pahanya, mengusap halus bagian dalam pahanya, ia hanya bergetar dan mengelinjang sambil mendesah, sedangkan bibirku terus menciumi bibirnya. Terus beberapa lama tangan ane menjelajahi daging berbulu halus, elus dari luar, makin berlendir aja, ane masukan jari tengah ane dan mengocoknya keluar masuk kemaluan si dena, ia mendesah ga karuan, ampun kanggg…! enaaaakk..!

Puting susunya sudah mengeras, ane masukan lagi jari manis menemani jari tengah ke dalam meq dena, dan mengocoknya dengan cepat… ia terlihat ngos-ngosan. Tangan kirinya berusaha menahan tangan kanan ane. Maka badan ane, ane rapatin diantara tangan kanannya sehingga mengunci tangan kanannya, sedang tangan kiri ane melingkar dibelakang lehernya dan menahan tangan kirinya ke atas kepalanya, agar tidak menganggu tangan kanan ane yg ngobok2 “waduk” kenikmatannya. Kembali ane lanjutin ngocok Meq-nya pake dua jari, jari tengah dan jari manis, kakinya berusaha menutup selangkangannya karena keenakan dan geli, ane buka dan tahan dengan kaki ane. Akhirnya ia menyerah dan memekik dengan nyaring…..aahhhhhhhh….! cairan hangat membasahi tangan ane, ane terusin ngocoknya, tambah kelenjotan dena, bokongnya diangkat dari kasur menjemput, menyambut sodokan tangan ane, seluruh badannya bergetar seperti ke setrum, sampai bokong dihempaskan kembali ke ranjang dan terkulai lemas.

Ane cabut tangan ane dan suruh ia menjilat tangan ane, awalnya menolak tetapi ane paksa dan ia nurut akhirnya, setelah itu ane buka sarung ane dan si otong nyemprul keluar. Ia terbelalak kaget, tetapi tidak takut, atau menghindar, malah ia melihatnya dengan seksama, menatapnya tanpa berpaling, mungkin sedikit kagum, kiri kanan, ia kemudian menjilatinya, mengulum pelan – pelan, sekitar semenit kemudian kepala otong ane, sdh ga muat di mulutnya, itu tandanya udah berdiri tegak dan keras. Ane yang sedang duduk ditepi ranjang, sedangkan dena yang jongkok dibawah, ane tarik ke kursi di kamar sambil duduk, ia mengerti dan menungangi ane. Baru masuk kepalanya aja sudah memekik kenikmatan: “ aduh gede kang, penuh………..enaaakkk lagiiii……” awalnya kepalanya sekarang sudah seper tiga, ia kemudian memompa tiga kali, naik turun pelan-pelan sambil berkata: “gesekannyaaaa uhhhhh!, sereeet…..enaeek kanggg…. nggggggeee !“

sepertinya ia menikmati gesekan dinding vagina dengan otong ane, baru beberapa pompaan lagi ia kembali memekik, ane hampir gila. Lagi enak2nya nih bini sewa’an, udah klenger lagi, jatuh menimpa tubuh ane. Ane suruh istirahat, dan tunggu ane sebentar, pikir ane sudah dua kali, pasti sedikit cape dia.

Ane menuju si Virgin, Mira, ane belon perna ngewe ama virgin, pacar ane dulu pada second semua, barang bekas pakai, alias KW. Begitu ane buka kamarnya dengan otong yang mengacung tegang ke arahnya. Ia langsung meringkuk di dalam selimut, seperti kura – kura kalau menghadapi bahaya, sambil mengintip malu. Ane tarik selimutnya, masih coba ia tahan namun akhir ia lepas juga, ia hanya mengenakan Cd tanpa Bh dengan payudara yang masih mengkal bin kinyis – kinyis, “ nich anak pasti renyah” pikir ane dalam hati, karena sudah nafsu, ane pelorotin Cdnya, wajah aneh langsung terbenam ke selangkangannya. Menjilat MeQ berbulu halus ini, bahkan saking halusnya, awalnya ane kira ga ada bulu. Baru dijilat sebentar, kedua paha mira sudah menjepit erat kepala ane, sambil berteriak,,,oooouuuuuucccchhhhhh ! pahanya masih menjepit kepala ane dan bokongnya sampai terangkat dari kasur. Sialnya, ane ga bisa menghindar dan menerima semprotan hangat dari bini muda ini, dibibir dan seluruh wajah aneh seperti orang cuci muka dengan semprotan dari watafel yang keluar kencang ke arah wajah ane. Ane bangkit dan mengarahkan otong ini ke arah mulutnya, ia kulum dan jilat dua tiga kali, hampir muncrat ane, ane tarik keluar si otong, ga pingin nembak gara2 BlowJob doang, ada meQ nganggur, perawan lagi, kok mau nyemprot gara2 di kulum Perawan, jatuh martabat dan harga diri ane entar.

Kedua kakinya ane angkat ke bahu ane dan ane gesek – gesekan kepala otong di lubang sorgawi Mira. “tahan ya neng, nanti sakit dikit, tapi abis itu neng akang buat melayang ke angkasa”. Begitu kepala otong masuk ane diam’in sebentar ia menahan nafas dan meringis seperti menahan sakit, seperti kehabisan napas dan dadanya berdegup kencang. Ane dorong tubuh ane menghimpit tubuhnya sampai bokongnya terbebas dari kasur dalam posisi tubuh ane mengunci tubuhnya, pangkal pahanya terganjal paha ane, sehingga ia tidak bisa leluasa bergerak. Tangannya yang menahan gerakan pompa’an ane, di pangkal senjata ane, Ane tarik dan kedua tangannya ane pegang dengan tangan kiri diatas kepalanya.

Tangan kanan ane memegang pinggangnya dan ane hentakkan otong dengan satu hentakan keras… masih tersentak, seperti tembentur dinding penghalang yg keras, ia menjerit sejadinya “awwww… akannggg dinooooo….sakiiiitttt kanggg……”, sekali lagii ane hentakan dan dengan satu hentakan lagi dan Blesssss…! setengah otong menorobos masuk meq renyah ini (seperti ini rasanya Meq Perawan) dan terdengar suara: “ auuwwwww ! hehhh ! hehhhh….! hehhhhhh…! suara terengah2 keluar dari mulutnya.

Ane diamkan dan memperhatikan reaksinya, air matanya ane usap dan bisikkan rayuan meluncur setelah sedikit tenang, ane genjot perlahan, dan “auw….auw…kannnnnngggg… !auw……auw….sakit…mmmmppphhhhh! eeehhhhh!
Matanya terbelalak, membuka lebar seakan bijimatanya mau lepas keluar, Setelah beberapa lama, ia terlihat mulai mengeluarkan desahan halus ditengah2 rasa sakit yang ia rasakan. Baru setengah otong saja yang masuk, dapat dilihat dengan setengah otong basah dan mengkilat karena cairan kewanitaan dari liang mira bercampur darah, dan setengah lagi masih kering.

“Gimana neng” tanya ane,
“sakiiit kang” balas Mira. Ane terus melakukan penetrasi sambil meningkatkan intensitas hujaman si otong yang menusuk, membelah kemaluannya lebih dalam.
“akang berhennnti ya nenggg” tanya ane menggoda dalam keadaan yg sudah nafsu berat,
” jangaaaan akanggg” lanjut Mira. “
“loch katanya sakit, tapi ga’k mau berhenti gimaaanaa sich neng…! tanya ku menggoda, sambil mengusap darah perawan dengan celana dalamnya.
Ia menjawab “ sakiiit kang…. tapiii enaaaaakkk….! teruuus ya kang…. teruuuus kaaaang….. Neng pengen kaaaang…!
ane cepetin tapi belum ane masukin semua si otong dan “ehhh……ehhh kang neng mo pipiiiisssss! Acchhhhhh ! “
kali ini ane biarkan otong ane yang menerima semproton dari “wastafelnya” Mira, badan mungilnya bergetar-getar dan lemas. buset mana aneh nanggung lagi. Ane mo ke sebelah melanjutkan dengan dena, ternyata ia sudah berdiri dalam keadaan telanjang dibelakang ane dan memperhatikan dari belakang ane, ternyata pintu kamar tadi lupa ane tutup, ane tarik dena dan ane suruh nungging di kasur disebelah Mira, dengan posisi nungging ane buka belahan pantatnya dan si otong melesat masuk setengah, ane genjot pelan2 dan langsung meningkatkan kecepatan penetrasi kali ini.

Aduh kangggg! Ihhhhh ! pelaaannnn Auw…. Terussss…! otong ane menggempur dengan sodokan penuh keliang dena dan amblas seluruhnya dalam empotan Meq Dena, dengan cepat dan keras ane genjot sampai bunyi “plok,,,plok…plok… “bokongnya dan pangkal otong ane beradu keras. Baru kali ini ane rasa’in meq yang bisa mengempot, menyedot otong ane. Ane akhirnya pengen meledak, rasanya seperti sudah diujung kepala otong ane, kepala otong ane sudah terasa ngilu menahan desakan syawat dan si dena melenguh keras dengan Meqnya yang kembali membanjir, ane tarik pinggang si dena makin rapat dan menggenjotnya dengan keras dengan sodokkan mantap dan akhirnya: “mmmgggeeehhh ! mmmmggeehhhh…! MMMMgggeeehhhhh ! dan meledak cairan sperma ke dalam meq dena. Begitu banyak sampai meluber keluar Meq-nya, Ane kemudian ambruk menindih tubuhnya…………………

Pencarian terkait:

ramom84, komik mia khalifa, Ramon84 mia khalifa, perang gambar bokep, komik hentai mia khalifah, mia khalifa borwap, jilbab bugil polos, bikep abg cantik bikin si otong berdiri, komik mia khalifah, boafoda miakhalifa
Uncategorized