Kenikmatan Dari Toko Buku

Prakata TS;
Untuk pertama kalinya selama menjadi member di forum kita tersayang ini, ijinkanlah TS berbagi sebuah cerita., hitung-hitung sebagai ucapan terimakasih dan timbal balik dari setiap kenikmatan dosa yang TS terima disini. Kisah-kisah yang TS bagikan, disini mungkin terkesan klise bagi beberapa orang, ada juga yang mungkin menganggapnya khayalan siang bolong, ada juga yang acuh. Terserah. Bagaikan pentugas SPBU yang tugasnya hanya mengisi bensin ke mobil pelanggan, dan selesailah tugasnya. Apakah kemudian para supir itu akan membawanya mengantar pejabat melakukan tugasnya yang mulia, atau malah mengantar diri sendiri ke tempat terlarang. Yang penting tugasnya selesai dan mobilnya jalan. Sekian tutur kata TS, Selamat malam.

Ditulis didepan air yang tenang, Kedagingan.

Hasrat Terbendung Tante Santi
Langkah kakiku ringan sesaat keluar dari Indomaret sebelah SMA ku, hari jumat ini menjadi pelipur lara untuk bosannya belajar seminggu ini. dua hari kedepan tersedia untukku ngewarnet bersama teman-temanku., aku sudah ijin ke orang rumah untuk pulang agak malam hari ini. kadang bahkan kalau sedang keasikkan, kami senang nginep di warnet. Aku sedang mengecek lagi kantong plastik berisi cemilan kesukaanku saat suara lembut itu memanggilku.

“Tommy..!”

Tampak seorang perempuan cantik melambai memanggilku. Pertama aku agak ling-lung melihat siapa perempuan berambut panjang bergelombang dibalik kacamata hitamnya itu. Perempuan itu kemudian menghampiriku sambil kemudian menaikkan kacamatanya. Di depanku dia berkata lagi, “Eh ia bener, apa kabar kamu Tomm?” Senyumnya yang manis itu langsung membuatku ingat kepadanya. Dia adalah mamanya Johnson, temanku dekatku sedari taman kanak-kanak. Namun pertengahan tahun lalu, saat baru saja satu tahun kami bersama-sama belajar di bangku SMA, Johnson mendapat beasiswa ke luar negeri. terkadangpun kami masih sering bermain dota bersama lewat internet. masa-masa itu adalah masa-masa bahagia.

“Tante Santi ya?” Aku bertanya ragu-ragu.
“Ia…!”
“Eh, baik tante, lama banget ya rasanya ga ketemu.”
“Ia, kamu udah besar ya sekarang, tante hampir ga ngenalin.”
“Ah, tante bisa aja..”

sedikit perbincangan kami akhirnya tante mengajakku makan siang di restoran sunda dekat pertokoan. disitu kami cerita-cerita panjang lebar mengenai Johnson yang sekarang sudah belajar sambil magang di luar negeri, tentang urusan pendidikan sampai masa-masa dulu ketika aku masih sering main bareng dirumah johnson. Dulu memang aku cukup dekat dengan keluarga mereka. karena berhubung setiap pulang sekolah main dirumah Johnson dan sabtu minggu pasti nginep.

“kamu nih kemana aja Tomm, dah ga pernah main kerumah lagi..”
“ia, kan johnson dah pergi tan, jadi ga ada yg nemenin lagi…”
“Ia, tapi kan sekali-sekali boleh dong main-main kesini..”

Posisi makan kami berhadap-hadapan. sesekali saat mengunyah, aku bisa melihat beha merah muda tante nyeplak di balik kaos putih agak ketat yang dikenakannya. Bibirnya yang manis itu terlihat seksi sekali setiap dia meminum es teh manisnya dengan sedotan. samar-samar, tali behanya pun menyelip keluar ke arah lehernya. entah tante sadar atau tidak, tapi setiap kali dia melihat wajahku, dia tersenyum kecil.

Selesai makan, tante langsung ambil dompetnya dan bayar makanan kami berdua.

“Terimakasih ya tante udah dibayarin.”
“sama-sama tomm.” ujarnya. suaranya lembut sekali. sosok tante santi ini seperti happy salma, namun wajahnya lebih bulat dan bibirnya tipis. kulitnya yang sawo matang ini membawa kembali suasana gadis bali, tempat kelahirannya. Rambutnya yang panjang sepunggung menambah kecantikan alamiahnya. Bulu matanya yang lentik itu menambah desiran hati ini setiap kali matanya menatapku. tatapan tante dalam., seperti tatapan seorang yang mengetahui isi hatimu. mata bulatnya membuatku membayangkan bagaimana kalau dia melotot kesakitan kalau disodok mendadak dari belakang.

“Tomm, kamu abis ini ada acara apa?”
“emm, enggak sih tan, paling pulang.”
“temenin tante dulu yuk belanja di carefour, tante belum sempat beli barang-barang bulanan bulan ini.”
“oh, boleh tan.”

Di carefour tante belanja banyak barang-barang kebutuhan rumah tangganya. beras, superpel, minyak goreng, syrup, dan akupun diperbolehkan untuk ambil barang-barang apa aja yang aku mau.
“ambil aja kamu mau apa tom, biar sekalian, tante ada kartu kredit yg diskon.”
“gapapa nih tan?”
“udah nggak papa, kamu udah tante anggep kayak anak sendiri kok.” sekali lagi, senyum dan lirikkan matanya itu selalu berhasil membuatku terbuai. setiap gerak geriknya terasa sensual sekali pantat bahenolnya yang dilapisi jeans hitam ketat membuat gairahku naik sesekali. namun meskipun sudah berkali-kali kuenyahkan pikiran kotor itu, bunyi dari Wedges yang menyelimuti kakinya itu membuatku selalu berbayang-bayang gerakkan pantatnya naik turun.

setelah satu jam lebih bolak-balik di carefour, kami pulang kerumah tante. “kita anter barang-barang kerumah tante dulu ya tomm. nanti tante anterin kamu. tante ga kuat angkat berasnya.”
“ia, gapapa tan.”

selama perjalanan perbincangan kami jadi semakin dekat. semakin intim. tante santi emang masih berjiwa muda, jadi kalau ngobrol sama tante rasanya seperti ngobrol sama kakak perempuan yang lebih tua. namun karena dia adalah ibu dari temanku, aku tetap memanggilnya tante.

“kamu di sekolah ada yang deket ga tomm?”
“deket, maksudnya deket bagaimana tan..?
“pacar gitu loh.., ah pura-pura ga ngerti nih kamu..”
“dulu sih ada tan.., tapi sekarang udah putus.”
“kasian.., kenapa putus..?”
“dia dah ada yang lain tan..”
“ooh gitu…, kalo pacaran kamu ngapain aja tomm?”
“paling pegangan tangan aja tan..”
“ah yang bener.., coba jujur sama tante dah ngapain aja…”

aduh, rasanya malu banget, bayangin ngobrol kayak begini sama mamanya teman. meskipun masih tergolong muda, perempuan cantik berusia 38 tahun ini adalah mama temanku. tapi, toh mungkin habis ini ga ketemu lagi, batinku. jadi ya aku ceritakan saja seadanya.

“.. udah pernah pegang-pegang tan..”
“wah, nakal ya tommy sekarang.” diiringi tawa kecilnya.
“ia.., abis gimana, suka ga tahan tan.”
“hemmm.., gitu yaa. terus ngapain lagi?”
“ciuman tan..”
“ckck.., tommy udah besar ya sekarang.., dah bisa ‘main-main’.”

tak terasa, kamipun sampai dirumah tante, seusai angkat-angkat belanjaan, tante menawariku minum teh hangat.

“si mba ijah mana tante?” mba ijah adalah pembantu tante santi yang dulu sering buatin kami indomie saat aku dan johnson bermain bersama.
“mba ijah lagi pulang kampung liatin anaknya yang lagi sakit, tomm.”
“kalau si Om?”
“si om lagi business trip ke surabaya., nanti selasa baru pulang.”
“pantesan sepi tan..”
“enakan sepi dong tomm., ga ada yang ganggu.”

aku tidak mau GR. namun setiap kata-kata dari tante santi ini seperti mengundang. sempat terjadi keheningan sebentar sebelum tante santi minta tolong dipijitin.

“tomm, tolong pijitin tante ya, punggung tante pegal banget nih seharian nyetir.” sembari membaringkan tubuhnya tertelungkup di sofa.
“siap tante.. “

akupun mulai memijiti tubuh semok itu. umur bukanlah sebuah hambatan buat tante untuk memiliki tubuh yang bohay luar biasa itu. rajin minum jus dan senam 3x seminggu merupakan kunci sehat tante. tante luar biasa seksinya. kaosnya dibukanya menyisakan beha merah muda yang kelihatannya penuh. ranum sekali payudara itu., kelihatan seperti mau tumpah.

“tom, kamu tolong pijit paha tante juga ya.”
tanpa ba bi bu, tante kemudian langsung memeloroti celananya. tampaklah tinggal celana dalam pink yang menutupi lubang kenikmatan dan anusnya. sesekali kalau pijatanku sudah dekat dengan kemaluannya, tante melenguh, “Uuh…, enak disitu tomm.”
“lagi Tomm.”

tante tidak ada penolakkan samasekali. semakin lama, aku semakin berani. daging kemaluannyapun aku urut-urut dengan jempol ini. tantepun kelihatan diam-diam saja dan sangat menikmati pijatanku. memiaw tante santi baunya wangi., maklum, biaya perawatan tubuh yang tante santi keluarkan tidak sedikit. memang untuk urusan menjaga kebersihan tubuh, tante santi adalah seseorang yang rajin dan ahli.

“buka aja tom celana dalemnya kalau ganggu.”
“ia, permisi ya tan.”
bulu-bulu halus yang dicukur rapi terlihat sedikit menghiasi memiaw tante santi. semakin berani aku main-mainkan itil tante. kumain-mainkan jempolku di kelentitnya., semakin lama erangan tante semakin menjadi-jadi..

“ummmh…,, kamu pinter sayang.” dengan senyumnya sumringah.
“tante cantik..”
“sini kamu tomm.”

akupun mendekatkan mukaku ke depannya. tak disangka dia langsung memegang kepalaku, menempelkan bibirnya ke bibirku. lama sekali kami berciuman. erangan tante dan nafasnya memburu. seperti sudah ama sekali tidak pernah ciuman.

“puasin tante malam ini ya tom., tante kangen sama kamu.”
“tommy juga kangen sama tante.”

tante langsung membuka celanaku dan menggenggam kontiku yang sudah daritadi tegang.

“besar juga burungmu tomm., langsung masukkin aja ya, tante udah ga tahan.”
disofa itu, tante langsung mengangkankan pahanya. memeknya yang terbuka lebar membuat paha bagian dalamnya melesung seperti empot ayam.

“aku permisi masukkin ya tante..”
“cepetan tom.., biar cepet enaknya..”

pertama aku masukkin agak seret, tapi setelah aku paksakan masuk juga keseluruhan penis ini kedalam sedotan memek tante santi. rasanya seperti surga dunia.

“burungmu gede diujung tomm, enak kalo di diemin gini…”
“tante juga memeknya masih sempit banget.., enak..”

memek tante berkedut-kedut membuat burungku rasanya mau muntah. enaaak sekali…
tante santi merem melek dibuatnya. seseklai lenguhan tante mewarnai permainan kami.

“Uuh.., hm…, sshhh…. ennnaaaaakk toommmmmm…..” lenguhnya sambil tangannya meraih tanganku.
“kenapa nggak dariduluu kita main kayak gini tomm..” katanya terengah-engah dengan burungku masih “dihisapnya”
“gausah disseselin tante, yang penting sekarang kita bisa main sepuasnya kan..”
“jangan berhenti tomm.., ayo, mainin aku…”

bosan dengan posisi seperti ini, aku mulai memaju mundurkan burungku.
DIsetiap sentakannya, pasti tante santi mengeluarkan suara teriakkan yang ditahan. ada sensasi tersendiri menikmati perempuan yang seperti ini.

“ah, ah, ah, ah!”
“tomm…, enak tom…”
“tante, aku kayaknya sebentar lagi keluar.., buang di dalem atau diluar nih tan..?”
“buah diluar aja tom, tante lagi subur…”
“okey tan…”

saat aku mau keluarkan diluar, tante langsung berlutut dan menggapai burungku. memasukkannya kedalam mulutnya.
crot! crot! keluarlah calon orang penting di negeri ini…spermaku langsung ditelan sama tante.., sisa belepotan-belepotan di bibirnya di oleskannya ke muka. awalnya aku sendiri jijik melihatnya., tapi dia bilang,” ini masker protein tom. bagus buat kulit dan bikin kenceng kulit.”

setelah crot, burungku mengempis sebentar. saat itu tante yang udah ga tahan langsung main sendiri dan ngeluarin sendiri.

kami kemudian pindah ke kamar tane. dan main 2 ronde lagi. dan tidur nyenyak senyenyaknya. dipagi harinya tante membuatkan breakfast berupa telur mata sapi dan roti panggang. hanya menggunakan celemek, tetenya yang bulat besar itu menyembul lewat samping. sesekali sambil kami mengunyah, aku pegang-pegang salah satu tetenya itu dan dia hanya tersenyum.

sejak saat itu, kami main lebih sering sampai 4-5 kali seminggu. kalau enggak di rumah tante, kita akan janjian di hotel dekat kantor tante.

sekian..

Pencarian terkait:

fb janda2 asyik, keuntungan main bigolive, foto stw main anal, keuntungan bigolive, bokep main sama kuda, maincewe fake taxi, tki main sek, download bokep sama kuda, cerita main bontot, bokepdo kuda
Uncategorized