Evi Wanita Bohay Ttmku

Saya akan menceritakan pengalaman saya bercinta dengan wanita yang lebih tua dari saya. Pada saat itu saya berumur 24 Tahun, Evi tinggal di kota S yang bisa di bilang jauh dari kota saja di kota J. Tentunya pembaca bisa menebak kota2 yang saya sebutkan tersebut. Saya hanya karyawan biasa, wajah tergolong lumayan dan fisik saya pun tergolong ok karena saya rajin olahraga namun gak sampai jadi2 banget lah masih agak buncit hehehe. Evi berumur 33 tahun, tingginya sekitar 155-160, badannya berisi dimana payudaranya saya taksir kira2 38c, yang pasti di atas 36b. Kulitnya putih keturunan chinese. Tipikal semok2 putih gitulah. Evi rajin sekali gym sehingga badannya berbentuk bagus dan kencang, apalagi kalau lagi lihat foto dia pakai minidress gitu, saya yakin banyak sekali yang ingin mencicipi tubuhnya yang semok itu.

Pertemuan saya dan evi berawal disebuah jejaring sosial. Awalnya cukup susah mendapatkan perhatian evi, mungkin karena umur saya yang tergolong jauh lebih muda dari dia, atau memang dia suka jual mahal. Sepertinya banyak juga pria seperti saya yang ingin kenal dengannya lebih dekat. Walaupun chat saya suka tak di balas, saya tetap berusaha mendekati evi sampai akhirnya bbrp bulan kemudian respon evi jauh lbih enak daripada pertama kali kita kenal. Evi belum menikah, dia seorang wanita independent yang menjalankan bisnisnya. Setelah mengenalnya lebih dekat, ternyata evi orang yang suka bercanda jadi cukup mudah untuk berbicara dengannya tanpa kehabisan topik.

Beruntung sekali pada suatu liburan akhir tahun, evi berkunjung ke kota saya karena ada urusan survey. Tentunya saya menawarkan ingin menjemput dia di bandara dan mengantarnya ke hotel dan dia setuju. Saat saya bertemu evi di bandara, evi memakai baju lengan panjang yang ketat bewarna putih dan celana jeans skinny. Kemolekan tubuhnya dengan jelas terlihat membuat saya memikirkan yang tidak2. “Hey..akhirnya ketemu juga ya” ucap evi dengan tersenyum. “Hehehe iy nih. Evi jauh lbih cantik aslinya ya” ucap saya. “Makasi loh hehehe. Jd malu..ah dasar gombal” ucapnya sambil tersenyum kecil lalu tertawa. Saya membawa barang bawaan evi menuju mobil saya dan saya mengantarkanya ke hotel di daerah sudirman. “evi rencana ngapain aja nih disini?” kataku sambil membantu membawa barangnya di lift. “hmm belum tau nih. Kamu maunya aku berapa lama?hahaha”. “wah..yg lama aja vi jd kt bs jalan2 hehehe” ucapku yang rada terkejut evi bisa berbicara se akrab itu kepadaku. Setelah itu kami pergi ke sebuah restoran western di dekat hotel tersebut, ngobrol2 sambil makan. Sembari mengobrol dengan evi, aku selalu memperhatikan buah dadanya yang besar, membuatku membayangkan saat aku melumat dadanya dengan penuh nafsu, belahan dadanya terlihat sedikit sehingga aku terkadang ereksi saat berbicara dengannya saat itu.. Setelah makan aku mengantarnya kembali ke hotel, aku berharap evi mengundangku masuk dan kita bisa bersetubuh, sayangnya evi bukan wanita semudah itu.

“makasi ya udah di jemput n di ajak makan..evi istirahat dulu” katanya. Sesuai perkiraanku dia tidak mengundang masuk. “sama2 vi aku jg seneng udah ketemu kamu. Besok rencana kamu kemana nih?hehehe. mumpung lg libur mau ajak km jalan2” ujarku. “wah aku besok mau urus kerjaan janjian sama orang, nanti aku kabarin kamu ok?tenang aja hihih” ujar evi. “ok deh vi..ditunggu. selamat bobo ya”. Aku pulang dengan sedikit kecewa, namun belum menyerah.

Aku tetap keep contact dengan evi walau 2 hari setelah kita bertemu, kita belum sempat ketemu lagi karena evi bilang dia sibuk mengurus pekerjaannya. Sempat sesekali aku menawarkan diri menemaninya tp dia enggan kutemani. Pada hari sabtu malam, aku telponan dengan evi. “duh, cape juga lagi liburan gini kerja yah..pegel2 badan.” , kata evi. “hahaha ya mijit lah vi byk kok tempat yg enak..ato kalo kamu mau aku aja yg pijitin hahaha” ujarku sambil bercanda, emang sengaja sih godain syukur2 di respon hahaha. “oh ya?emangnya kamu bisa mijit?” ujar evi. “Bisalah..tp grogi lagi entar mijitin evi hahaha.” Balasku yang sebenarnya rada kaget saat evi merespon seperti itu. “hahaha nakal kamu ngomongnya.” Sahut evi dengan tertawa genit. “Besok kemana vi?jalan yuk..masak minggu kerja hehe” aku mengajak evi. “hmmm..boleh. kamu dateng aja dulu kesini ok?ntar sambil ngobrol baru mikir kmana hehehe”. Wah kemajuan banget nih dalem hatiku, mana tau aku bs menikmati evi esok harinya. Tidurku tidak pulas karena membayangkan terus bagaimana bersetubuh dengan evi, membuatku ereksi sepanjang malam membayangkan buah dadanya yang indah itu.

Hari minggu siang sekitar jam 1, aku sampai ke hotel evi. Aku mengetuk pintu hotelnya, evi masih menggunakan baju t shirt krem yang sepertinya ia gunakan untuk tidur, dan celana pendek. “loh vi, belom mandi am sarapan kamu?” ucapku. “belum nih hahaha. Tadi bangun jam 11 terus males2an lagi..tau2 udah jam sgini aja” kata evi. Aku masuk dan duduk di sofa, “hahaha. Perasaan kemarin kamu tidur gak malam2 amat kan vi. Mandi gih yuk habis itu kita sarapan.” Ujarku. “hahaha gak bisa tidur jadi jam 3an baru tidur.” Kata evi sambil terlihat masih ngantuk. “oh, emang kenapa?hotelnya enak2 aja perasaan hehehe. Mikirin apa kamu” kataku. “Mikirin pijitan kamu nih hahaha.” Kata evi. Aku terdiam sebentar, memikirkan kembali hal yang tidak2. Evi sepertinya tidak memakai bra, pentilnya terlihat dibalik baju tidurnya yang rada ketat. “hahaha bisa aja kamu vi. Yaudah kamu mandi deh ntr habis itu di pijitin.” Kataku. “hahaha bener ya..okedeh aku mandi dulu” evi bergegas ke kamar mandi setelah tersenyum genit.

Saat evi di kamar mandi, aku sudah tidak tahan betul dengan godaannya. Penisku sudah keras dan ereksi sepenuhnya. Aku sempat melihat2 sdikit isi koper evi, aku lihat bra nya dan benar perkiraanku evi ber ukuran 38c. aku sempat tersentak kaget saat dengar pintu kamar mandinya di buka, buru2 saya kembali ke sofa supaya gak ketahuan kalau habis lihat2 isi koper evi. “hayo abis ngapain kamu?kok mukanya tegang hahaha” ujar evi yang keluar dari kamar mandi. Rambutnya sudah di keringkan hair dryer, dia menggunakan tanktop berwarna hitam dan celana pendek santai berwarna putih. “hahaha, gak ngapa2in kok vi..mikirin gimana nih mijit kamu biar enak doang” sambil aku tertawa, pedahal habis liat2 baju dalam evi di kopernya. “hahaha..awas loh kalo gak enak aku marah” ujar evi sambil tertawa. Evi langsung dengan enak berbaring saja di ranjang dan bilang “ayo ktanya ada yg mau mijit”. Aku terdiam sebentar, pijitan ku bs di bilang biasa2 aja sih, cewek2 yang pernah ku pijat bilang begitu. Tentunya kalau mau enak, harus diikuti dengan seks. Kalau soal seks, aku yakin bisa memuaskan evi.

Aku mulai memijat evi dari punggungnya, dia terdiam saja. Kemudian turun ke pinggang. Setelah aku perhatikan, sepertinya evi tidak memakai bra. “gimana vi enak gak?sori kalo kurang enak nih maklum gratisan hahaha” ujarku sambil bercanda. “hahaha dasar kamu emang mau jadi cowok bayaran?eh turunan dong ke paha. Paha aku pegel dari kemarin jalan2” ujarnya. Tanganku turun memijat paha evi, kuperhatikan pantatnya yang padat dan sexy, ingin sekali kupegang juga. Tapi tak mungkin kulakukan. Setelah beberapa lama, evi bilang “pantat aku sekalian dong..” wah kesempatan nih dalem hatiku. Dengan lembut aku pijat pantatnya, sesekali aku selipkan jariku ke selangkangannya, berharap merangsang evi di vaginanya. Lalu evi bilang, “enak nih..km pijitin yang depan sekalian ya sekarang. Daripada kamu liatin doang dari kemarin” ujar evi. “hahaha, jadi malu ketauan. Maaf lah vi abis gede banget”. “evi langsung terlentang mengganti posisi badannya, aku terbelalak melihat dadanya yang montok terbalut tanktop hitam ketat yang dipakainya. ”emang suka yang gede begini?” kata evi sambil memegang payudaranya.” Suka banget vi.” Evi tersenyum. Dia membuka segera tanktop hitamnya dan benar, dia tidak memakai bra. Aku memijat payudaranya yang besar itu, sesekali memainkan putingnya. “ah..” desah evi ke enakan. Tanpa disuruh, kulumat dadanya dengan penuh nafsu. “ah…oh..yess…” evi mengerang ke enakan.

Aku pun semakin bernafsu, kuberanikan menyelipkan tanganku ke selangkangan evi, memainkan clitorisnya sambil mengisap putingnya yang berwarna coklat kemerahan. “ouwhh…terusss” erang evi. Evi pun berinisiatif meraba selangkanganku yang sudah sempit celananya. “hmm..buka aja nih celana kamu udah sempit entar sobek lg hehehe” kata evi. Kubuka celanaku, evi memainkan batang kemaluanku dengan jarinya “hmm..udah lama nih gak ngerasain yang panjang gini hehehe.” Gumam evi dengan nakal. Evi memainkan kemaluanku dengan penuh nafsu, aku hanya mengerang ke enakan sambil sesekali memainkan payudaranya. “ah..terus vi..enak banget” ujarku, evi langsung merubah posisi dimana dia mengulum penisku ,dia sungguh pintar dalam melakukan hal ini. Payudara evi yang besar membuatku tak tahan, aku kembali memainkannya, menghisapnya bergantian kanan kiri. “ouh..enak banget…” kata evi sambil mendesah ke enakan.

“vi ku masukin yah” kataku, evi hanya mengangguk pelan. Kumasukan kemaluan ku pelan2 kedalam liang evi yang sudah sangat basah, sempit sekali. Sepertinya evi jarang berhubungan seksual. “akkh…” evi mengerang ke enakan saat kemaluanku masuk ke vaginanya, ku genjot sekuat tenaga dengan ritme yang beraturan. “arghhh…ouhhh…yesss…” erang evi ke enakan. Evi mendesah cukup keras membuatku semakin bergairah menggenjot tubuhnya yang montok ini. “arghhh..vi..enak banget” kataku sambil meremas2 dadanya, sesekali kucium lehernya membuatnya mendesah lebih kencang lagi. “gentian aku di atas ya” evi meminta mengganti posisi. Evi menunggangiku dari atas, dimana aku bisa lihat dadanya bergoyang2 sambil kumainkan pentilnya “akhhhh…” terasa cairan evi membasahi penisku, sepertinya dia orgasme dari erangannya. “kmu sampai vi?” tanyaku. “ahh..iya nih..” ujar evi sedikit lemas. “vi rapet banget punya km..dari tadi aku nahan nih hehehe.” Godaku ke evi. “hahaha..keluarin aja sayang..kamu mau dmn” kata evi sambil memainkan penisku dengan tersenyum. “dijepit di toket kamu boleh vi?”tanyaku. “boleh sayang..demen banget deh km ama toketku hehe” ujar evi. Aku duduk di pinggir ranjang, evi menjepit kemaluan ku dengan payudaranya yang besar. Evi mengocok penisku dengan payudaranya dan aku menaik turunkan sedikit badanku, sungguh nikmat rasanya “ah..enak banget vi”. Ujarku. Tak lama kemudian aku tak tahan lagi, ejakulasiku membasahi dada evi “argh….aku keluar vi”. “ah..terus sayang” ujar evi saatku basahi payudaranya.

Seusai ku keluarkan spermaku di dada evi, aku terbaring lemas, evi menyusulku di samping. “wah..daripada pergi mendingan kita main ini terus aja yuk” ujar evi dengan genit. “hahaha boleh vi. Tp break dulu ya, pesen makanan aja yuk nanti km sakit lagi gak makan2 hehe” kataku dengan lemas. “gih pesenin sayang” ujar evi. Dalam hatiku loh sejak kapan dipanggil sayang hahaha, yasudahlah suatu nilai plus juga.
Sehabis nonton tv, istirahat, makan dan ngobrol dengan mesra, evi mulai memainkan batang kemaluanku lagi. “hm…udah bisa bangun blom nih” kata evi. “cobain aja..tapi tanggung jawab ya vi” ujarku kepada evi. Evi dengan ganas melumat kemaluanku, aku memutar posisi tubuhku menjadikan posisi 69. “hmm..hmmmm..” desah evi sambil menghisap kemaluanku. Aku hisap vaginanya sesekali kumasukan lidah ku membuat evi mengerang ke enakan. Evi sangat sexy dengan hanya mengenakan tanktop dan tidak pakai apa2 lagi. Kuremas2 pantat evi, sambil kusedot vaginanya. “hmmm..hmmm” erang evi ke enakan. “vi doggy yuk” ujarku.

Evi langsung membelakangi ku dan kumasukan penisku lewat belakang evi, “ah….terus sayang” ujar evi yang sedang kugenjot doggy style, kuremas sesekali pantatnya yang montok itu “pantat km sexy bgt vi.” Ujarku sambil menggenjot evi yang mengerang ke enakan. Indah sekali melihat tubuh evi saat kudoggy, pantatnya yang sexy membuatku semakin nafsu untung menggenjotnya, suara selangkanganku beradu dengan pantatnya yang montok diiringi dengan desahan pelan evi membuatku bersemangat untuk memuaskan wanita montok ini. “ahh..terus sayang..oh..yesss…” desah evi yang ke enakan kudogy. “ehmm…arghhhhhhhh..uhh…uhhh..” tak lama kemudian evi mendesah keras karena dia orgasme, terasa cairanya membanjiri penisku di dalam vaginannya. “Gantian yah sayang aku di atas” kata evi.

Aku mengangguk dan evi langsung merubah posisi women on top, dimana aku ditunggangi olehnya. “uh..dalem banget sayang” desah evi saat memasukan penisku kedalam liangnya. Sungguh nikmat sekali bersetubuh dengan evi yang vaginanya jarang dipakai, sehingga penisku terasa tercengkram hangat didalam vaginanya. Evi menggenjot penisku dengan sangat cepat, aku hanya bisa menikmati dengan berpegangan dengan pinggang evi. Ekspresi evi membuatku semakin bernafsu, sehingga kupeluk erat evi sambil mencengkram pantatnya, kugenjot evi yang sedang berada di atasku, “ahh…terus….ahhh” desah evi keenakan. Sesekali kusedot payudaranya sampai dia mengerang ke enakan. “ah..vi aku gak tahan, aku keluarin ya..” ujarku. “diluar ya jangan di dalam sayang” kata evi. “arghh….” Ujarku sambil mengeluarkan air mani di bibir vagina evi. Kami tertidur puas setelah itu, tanpa busana.

Pada hari itu, kita tidak keluar hotel sama sekali pada akhirnya. Aku seharian bermanja2 dengan evi, bercerita tentang segala hal yang kami ingin bicarakan, diselingi dengan seks. Evi kembali ke kotanya 2 hari kemudian, namun kita tetap masih kangen satu sama lain dan ingin bercinta lagi. Pernah aku mampir ke kotanya dan menginap disana khusus hanya untuk bercinta dengan evi, sampai sekarang kami masih menjalin hubungan dekat dimana hubungan kami hanya teman baik yang memuaskan satu sama lain.

-the end-

Thanks for reading, feedbacks are always welcome.

Pencarian terkait:

pamer tempik, tempek enak, Hinata bohay, pidio welkam jamda simok, borwap pendek janda janda, bokep peekosa, bokep desah enak, jav hahaha, javHAHAHA, Isi tanktop
Uncategorized