Cerita Di Masa Perang

cerita yang akan saya tulis berikut mengambil setting pada masa penjajahan jepang. sengaja saya ambil karena saya rasa belum banyak cerita yang serupa diposting di forum ini. oke langsung saja semoga berkenan

Medan, Februari 1945

Karena situasi perang yang sedang berkecamuk di kota Medan, orangtua mereka terpaksa mengungsikan Desi dan Nova ke kota Pekanbaru untuk sementara waktu menunggu situasi aman kembali. Di Pekanbaru mereka dititipkan di rumah tetangga mereka, Martha. Marta ini adalah seorang pedagang pakaian yang sering berdagang ke berbagai kota di sumatera utara termasuk Medan.

Singkat cerita Desi dan Nova akhirnya berhasil sampai di Pekanbaru. Mereka lalu diperkenalkan kepada suaminya, Cirus.

“Kemari, kemari, kasih salam sama paman.” Cirus memanggil kedua anak gadis itu dengan matanya yang sayu dan suara yang berat karena sedang mabuk.

perawakan Cirus yang aneh, kulit gelap kurus dan kumis melintang dan hampir menyatu dengan janggutnya yang lebat tak terurus, membuat Desi dan Nova ketakutan. Tapi walau demikian mereka tetap menyalamnya.

“Siapa namanya cewe manis?” wajah Cirus menyeringai saat tangannya bersalaman dengan Nova.

“Nova om.” jawab nova gugup

“hmmm, trus yang ini pasti kakaknya. siapa namamu sayang ?”

“Desi, om.”

“Oh.. Desi. Desi dan Nova, nama kalian cantik – cantik ya. pas kayak orangnya. heheheheh.” Cirus tertawa dengan wajah telernya yang seperti orang idiot.
“Kalo paman… Eh, kalian panggil paman saza sama saya ya. jangan pake om om. Nama paman acricius. Tapi sering dipanggil cirus. marga saya saragih, bukan sinaga seperti banyak orang bilang.”

Cirus manggut – manggut sendiri sambil menatapi kedua gadis cantik di depannya yang berdiri kaku dan gugup menundukkan kepalanya. Desi merasa tak nyaman dengan tatapan mata itu dan dia punya firasat buruk tentang paman mereka itu.

***

Selama tinggal di rumah bibi Marta, mereka berdua sering kena marah oleh Marta karena mereka tidak cekatan dalam membersihkan rumah. Baik memasak ataupun pekerjaan rumah lainnya. Sementara Cirus tidak terlalu peduli. Dia lebih sering minum ? minum dan pulang ke rumah dalam keadaan mabuk. Walau demikian, tetapi Cirus diam ? diam punya rencana busuk terhadap kedua anak gadis di rumahnya itu. Dia sedang memikirkan waktu yang tepat untuk bisa meniduri mereka berdua. Terutama Desi yang memiliki badan yang lebih bagus dari Nova. Tubuh yang tinggi semampai dan buah dada yang mebusung serta perut yang rata. Kadang ? kadang cirus menelan ludah kalau tak sengaja mendapati Desi sedang mencuci pakaian. Tubuhnya yang seksi terlihat semakin seksi dengan pakaian yang basah dan lengket saat mencuci seperti memamerkan lekuk tubuhnya yang indah itu.

Suatu hari Martha harus pergi ke luar kota untuk mengambil bahan yang akan dijualnya. Biasanya kalau begini, Marta akah pergi malam ? malam dan sampai pada pagi hari. Situasi ini dimanfaatkan oleh Cirus. Malam itu dia baru pulang dari warung. Dia lihat Desi dan Nova sudah tertidur pulas. Dia lalu masuk ke dalam kamar mereka dan membangunkan Desi.

?Des, Desi. Bangun. Kau malah tidur pula padahal piring kotor tuh banyak belum kau cuci.? Kata Cirus sambil menarik-narik kaki Desi.

?Udah kubersihkan koq, paman. ?Kata desi setengah mengantuk.

?Coba liat lagi tuh. Bersihin lagi gih??

Dengan bermalas-malasan Desi bangun dari tidurnya dan pergi ke dapur. Begitu desi keluar dari kamarnya, Cirus dari belakang langsung menutup pintu kamar dan memeluk tubuhnya.

Desi : ?Eh, apa-apaan ini ??

Cirus : ?Udah kau diam saja. Udah lama aku pengen ngent*tin kamu tau ga? Sekarang kamu harus nyenangin paman.?

Desi : ?Lepasin paman, tolong? ah.. lepasin aku?.?

Desi berontak sekuat tenaga melepaskan diri dari pelukan. Dengan kasar Cirus melemparkan tubuh desi dan tersungkur di lantai. Secepat kilat dia langsung menindih tubuh Desi.

?lepasin, bangs*t !…. anj*ng? ! lepasin?.?

Desi berontak, memukul dan menendang ke segala arah. Sial bagi Cirus sikut tangan desi mengenai wajahnya. Pelukannya pun melemah dan kesempatan itu dimanfaatkan desi untuk melepaskan dirinya dari pamannya dan kabur dari rumah itu.

Pagi harinya Martha yang baru pulang membangunkan Cirus dengan kasar yang mendengkur seperti sapi di kursi ruang tengah.

?Hei.. .bang, bangun. Desi dimana ? koq dia ga di kamarnya? Hei, bang?. Bangun dulu??

?Aaaahh? jangan ganggu aku. Kali aja dia pulang ke medan. Udah sana? aku masih ngantuk nih?.?

?Pulang? Yang benar aja? bang!? tapi cirus sudah tidak mau menyahut lagi.

Tak lama berselang muncullah Desi di depan pintu rumah.

?Dari mana saja kau? Hah? Bikin orang ketakutan aja!? Martha begitu marah melihat kehadiran Desi di pintu rumah.

?Aku tidur diluar..? sungut desi setengah menangis?

?siapa yang suruh kau tidur di luar? Gimana kalau ada orang jepang yang menangkap kau di luar sana? Mau bilang apa aku sama bapakmu? Hah??

?Aku takut bi. Semalam paman mau memperkosa aku??jawab desi seadanya.

?Apa?? Martha menatap desi seolah tak percaya dengan apa yang didengarnya. Dia menatap Cirus penuh curiga. Mendengar tuduhan yang dialamatkan padanya cirus langsung bangun dari sofanya dan balik membentak Desi.

?Dasar manusia tak tau diuntung. Sudah bagus kau dikasih tinggal di rumah ini malah sekarang kau mau menuduh aku yang engga-engga. Setan lah.?

?Heh Desi!? Marta menatap desi dengan mata yang mebelalak seolah ingin menelannya bulat-bulat. ?Harusnya kau sadar ya, kau disini itu menumpang. Jadi
tolong jangan coba ? coba cari masalah. Saya paling tidak suka orang yang berbohong.?

?Aku ga bohong. Betul koq. Semalam dia mau memperkosa aku.? Desi berusaha membela diri ditengah desakan kedua tetangganya itu. Emosi marta berlahan mereda. Tapi bukan berarti dia percaya terhadap omongan desi.

?Kau dengar ya des. Orang Jepang di luar sana lagi nyari gadis muda buat dijadikan pelacur di markas mereka. Kalau bibi mau, kalian bisa saja bibi jual sama kompeni ? kompeni jepang itu. Biar kau jadi pelacur sekalian.?

Desi benar-benar tak bisa percaya. Ucapan Martha barusan benar ? benar meruntuhkan semangatnya. Bukannya mendapat pembelaan, malah dia diancam akan dijual. Entah apa maksud ucapan bibinya itu. Tapi dia tahu, bibinya tidak main-main. Karena bibinya memang tidak pernah bercanda dan selalu serius pada setiap ucapannya.

?aku yakin harga kalian itu cukup mahal. Siapa tau dengan menjual kalian aku ga perlu lagi jualan seperti sekarang ini? Jadi sekarang kau pikirkan. Kalau kau masih mau tinggal disini, jangan coba ? coba cari masalah. Apalagi sampai kabur dari rumah.?

Desi hanya bisa menangis tersedu ? sedu meratapi nasib yang akan dialaminya di kemudian hari. Rumah itu sudah seperti penjara baginya. Dan dia tidak bisa berbuat apa-apa. Pasrah ? mungkin memang itu yang harus dilakukannya. Setidaknya dia masih bisa berharap perang ini cepat berakhir dan orang tuanya bisa langsung menjemput mereka disini.

Sementara bagi Cirus? Mungkin kita pun bisa menebaknya. Ancaman marta itu seperti terompet kemenangan baginya. Desi seolah ? olah sudah ada digenggamannya. Tidak ada lagi yang perlu ditakutinya karena dia sudah punya kartu as untuk mengancam desi.

Sejak saat itu, desi sering murung memikirkan nasibnya. Setiap ditanya, desi selalu menolak menjelaskannya pada adiknya, Nova. Tapi nova tahu, ada yang tidak beres. Di saat seperti ini, desi semakin merindukan orang tuanya. Tapi dia tidak boleh cengeng, setidaknya tidak didepan adiknya. Dia harus tetap terlihat tegar agar tidak membebani adiknya.

Hari terburuk bagi desi akhirnya tiba. Saat itu martha akan kembali berdagang. Biasanya martha bisa pergi sampai seminggu lamanya. Kadang lebih lama. Dan Desi sepertinya sudah menduga kalau pamannya akan memanfaatkan situasi ini. Sejenak dia berpikir untuk kabur. Tapi kemana? Dia tak punya siapa ? siapa lagi di kota ini. Dia juga takut kalau nanti malah tertangkap sama tentara jepang. Akhirnya dia hanya bisa pasrah dan berharap situasi tak seburuk yang dia kira.
Malam harinya seperti biasa Cirus pulang dalam keadaan mabuk. Dengan langkah gontai dia masuk ke kamar desi dan menarik tangan desi keluar dari kamarnya.

?sini.. .sini? kau harus kawani pamanmu ini malam ini. Kalau tidak kau nanti kujual sama orang jepang itu.?

Cirus berhasil menariknya tanpa perlawanan. Desi tidak lagi memberontak seperti terakhir kali.

Saat keluar dari kamar desi tak lupa menutup pintu kamarnya. Dia tak mau kalau adiknya sampai terbangun.

Tak menunggu waktu lama cirus langsung menarik tubuh desi menjauh dari pintu dan melemparnya hingga tersandar di dinding di sebelah pintu. Cirus langsung melumat bibir desi yang sangat menggugah gairahnya selama ini. Dengan buas dia menyapu setiap inci bibir desi lalu memainkan lidahnya di dalam mulut desi. Walau terasa jijik tapi desi ga punya pilihan. Nafas pamannya yang bau alkhohol itu membuatnya mau muntah saja. Tak sampai disitu, tangan ? tangan nakal cirus mulai bergerak meraba buah dadanya. Dengan kasar cirus meremas ? remas buah dadanya yang besar membusung itu membuatnya mengeluh kesakitan.

?mpfh?.hmppfffhh?.? desi kesulitan bernafas karena mulutnya sedang dikunyah oleh pamannya.

Pamannya berhenti sejenak meberikan waktu bagi desi untuk mengambil nafas.

?Ah?desi akhirnya kamu jinak juga. Kau ga tau berapa lama pamanmu ini memendam cinta sama kamu. Udah lama banget paman ga mencium aroma tubuh anak gadis seperti kamu ini.?

Desi tak merespon dia hanya tertunduk saja sambil merapikan pakaiannya yang kusut di bagian dada. Sesekali dia menyeka ludah pamannya yang meluber di mulutnya.

?Kita ke kamar aja yuk.? Kata pamannya sembari menarik tangannya menuju kamar bibi Martha. Dibaringkannya tubuh desi di atas ranjang. Ditariknya baju tidur desi hingga lepas nyaris tanpa perlawanan. Lalu ditariknya lepas celana panjangnya. Sekarang desi hanya mengenakan BH dan celana dalam saja.
Lalu diciuminya bibir mungil desi dan melumat bibirnya sambil tangan kanannya meremas ? remas buah dadanya. Setelah puas dengan bibirnya, Cirus beralih ke buah dada desi. Dilepasnya pengait BH dari belakang dan menyembullah sepasang buah dada yang putih bening dengan puting yang mengacung ke atas.
?wah? dadamu montok sekali, sayang?? kata Cirus sembari menelan ludahnya sendiri. Tak disia-siakannya kesempatan itu, langsung dilumat dan dikulumnya buah dada yang menantang itu. Desi menggelinjang menerima ransangan yang diberikan pamannya itu. Dikulumnya kedua buah dada desi seara bergantian dari kiri ke kanan dan seterusnya.

Ditariknya celana dalam desi hingga lepas. Lalu dibentangkannya kedua paha putih itu memamerkan kemaluan desi yang masih ditumbuhi oleh sedikit bulu. Dibukanya kedua bibir vaginanya lalu melahap dan menjilat ? jilat belahan bibir vagina desi membuatnya menggelinjang menceracau

?Akkhhh?. Sakit? geli paman? .ahh? ?

?sabar sayng, bentar juga pasti enak..? jawab cirus dengan nafas memburu dan kembali melahap selangkangan desi..

?Ouggghhh? paman? d..desi mau pi?pipis..? desah desi . dan tak lama vagina desi menyemburkan cairan kewanitaannya membasahi wajah cirus.

Cirus lalu bangun dan mengarahkan batang penisnya ke liang vagina Desi. Batang kemaluannya mulai menerobos liang vagina Desi. Desi mendesah ketika Cirus mulai menggenjot vaginanya. Tangan Cirus memegang pinggangnya sambil terus kupompa liang kenikmatan gadis itu.

Cirus menggenjot batang penisnya dalam vagina gadis belia ini, sambil mulutnya menciumi wajah Desi. Tak lama tubuh Desi tampak mengejang, dan dia mengerang dan menggelinjang mendapatkan orgasmenya. Cirus menarik batang penisnya dari vagina Desi dan meminta dia menungging membelakangi Cirus. Dengan gaya doggy style Cirus menyetubuhi Desi dari belakang. Tubuh Desi menggelinjang mendapatkan orgasme keduanya. Cirus masih menggenjot kemaluan gadis belia ini, sambil sesekali meremas buah dadanya yang bergoyang-goyang menantang.

Ketika hendak ejakulasi Cirus menarik batang penisnya dan menyodorkan batang batang penisnya kemulut Desi.

?Buka mulutmu sayang?? kata Cirus penuh nafsu sambil mengocok kemaluannya di depan wajah desi. Semakin lama kocokan cirus semakin cepat dan akhirnya
cirus mencapai orgasmenya..

?Ooouuhhhhh?.. ahh?..? cirus melenguh panjang menikmati orgasme yang datang menimpanya. Spermanya menyembur membasahi seluruh wajah desi dan sebagian masuk ke mulut desi.

?Ahhhh? ahhh? telan sayang? ayo.. telan..? ucap cirus sambil tetap mengocok kemaluannya..

?Kamu benar-benar luar biasa sayang?. Ouhhhh luar biasa?? desah cirus sebelum roboh disamping tubuh desi yang terkulai lemas setelah disetubuhi oleh pamannya.

Keesokan harinya, saat Cirus bangun, ia tak mendapati Desi di sampingnya. Ternyata desi sudah bangun lebih pagi. Dia sedang memasak. Dia lalu bangun menghampirinya di dapur.

?Dimana adikmu?? tanya nya basa-basi.

?Sekolah paman.? Jawab desi singkat tanpa menoleh ke arah pamannya.

?Sekolah? Memang kalian disekolahin sama bibi??

?ia paman. Nova masuk pagi. Jadi dia udah berangkat. Saya baru masuk nanti siang.?

?oh gitu?? katanya sambil menggumam. Dipandanginya tubuh desi dari belakang yang sedang sibuk mencuci piring. Dia jadi teringat kejadian semalam.

?Hei desi? kemari.? Mendengar perintah pamannya itu, desi tahu bahwa pamannya akan kembali melakukan hal yang sama seperti kemarin. Desi lalu berbalik dan menghampiri pamannya.

Cirus menarik celana pendeknya dan mengeluarkan kemaluannya.

?Kemari? isap kont*l paman. Ayo?? katanya. Desi yang sempat ragu akhirnya mendekat dan berjongkok tepat di depan kemaluan pamannya.

?Ayo kocokin pakai tangan kamu.? Katanya. Desi mulai mengocok kemaluan pamannya dengan kedua tangannya.

?Megangnya yang kencang dong? ayo?? desi kembali mengocoknya dengan lebih kencang dan berlahan kemaluan pamannya mulai menegang..

?Ahhh?. Ia? gitu? ooke sekarang masukin ke mulut kamu.?

?Masukin ke.. .ke mulut paman?? tanya desi kebingungan.

?Ia? kamu isapin kont*l paman kayak ngisap permen? ayo??

Dengan berlahan desi mulai memasukkan kemaluan pamannya ke dalam mulutnya dan mulai menghisapnya sambil terus mengocoknya dengan tangannya.

?ah?..ia?..enak?. terusin? terusin?? pamannya melenguh.

Selama sekitar 20 menitan desi mengulum kemaluan pamannya akhirnya cirus merasa ada sesuatu yang akan meledak di dalam tubuhnya. Cirus lalu memegangi kepala desi dan mendorongnya maju mundur agar desi mengocoknya lebh cepat dan semenit kemudian tubuh cirus menegang. Dia menahan kepala desi tetap terbenam di selangkangannya lalu cirus menyemburkan spermanya di dalam mulut desi.

Desi yang terkejut menerima cairan pamannya menarik kepalanya dan terbatuk ? batuk memuntahkan sperma yang ada di dalam mulutnya.

?Hehehhe? kamu belum biasa ya?.? Kata pamannya menyeringai sambil bersandar di sofa menikmati oragasmenya.

?Hei desi?? katanya sambil mengangkat dagu desi yang masih duduk di depannya. ?Mulai hari ini setiap pagi kamu harus sarapan sperma kamu, baru kamu boleh memasak sarapan. Kamu dengar?? desi hanya mengangguk.

Sejak saat itu, setiap pagi desi selalu dicekokin kemaluan pamannya dan dia selalu dipaksa menelan seluruh carian pamannya. Dan pada malam hari pamannya menggagahinya di kamar martha hingga tengah malam. Tak heran setiap hari desi selalu tampak kelelahan karena kurang tidur. Kegiatan ini terus berlangsung selama martha pergi ke luar kota. Ketika martha telah kembali, semuanya kembali seperti biasa dan desi bisa bernafas lega karena tidak perlu melayani pamannya.

SEKIAN

Pencarian terkait:

download bokep india, bokep bulu ketek lebat, bokeptanteu, bokep india desi, memek desi, cerita biduan desi di lampung ngentot, streaming bokep medan perang, Toge desi, tkw taiwan jual diri, desi janda hot montok
Uncategorized