Bu Mayang

Namaku indra mahasiswa baru perguruan tinggi swasta di kota S, tempat kos tak jauh dari kampus, aku dan temenku sepakat untuk ngontrak rumah bersama ber 6 orang jadi biaya bayar kontrak rumah jadi lebih ringan.
Karena kami masih anak baru dikota ini jadi kami sering kemana mana bersama alias menghafalkan daerah kota ini dan mencari tempat tongkrongan yang bisa dijadiin favorit,
tak terasa udah hampir setahun ada dikota ini merasakan macet panas dll, hubungan asmarapun tak ada masalah malahan jadi lebih enjoy karena pacarku dan yang lainnya sudah kuliah semua otomatis hampir setiap hari pacar selalu menemani. ada dua temanku yang hampir sering berganti pasangan mungkin bukan pasangan melainkan selingkuhan karena kami udah solid bersahabat sejak sma jadi kami menjaga rahasia satu sama lain, tak jarang pula temanku itu membawa selingkuhannya ke kontrakan tapi tentunya dengan info dari saya dan yang lainnya kalau misal pacarnya tiba tiba ada dikontrakan.
Jauh dari rumah kami harus benar benar mandiri apalagi pesangon harus benar benar dikontrol, tapi untungnya ada beberapa teman kuliahku yang menawarkan bisnis padaku yaitu jual parfum, langsung aku iyakan tawarannya karena enaknya aku bebas mendapatkan keuntungan berapa asalkan tidak terlalu berlebihan.
keuntungan hasil menjualkan parfum lumayan untuk patungan bayar kontrakan dan makan sehari hari tak lupa pacarku selalu aku kasih hadiah dari hasil kerjaku, keuntungan dari menjual parfum tak hanya uang tapi juga banyak kenalan cewe cewe bahkan tante tante dan paling seneng itu kalau yang beli tante tante (taulah gimana isi dompet tante tante).
kata temanku aku lumayan banyak digemari cewe cewe karena mungkin bentuk wajahku yang katanya mirip orang korea mata sipit kulit putih dan rambut lurus, aku sendiri tidak terlalu mengamati bentuk wajahku yang mirip orang korea tak jarang banyak yang bilang kalau aku ini keturuan cina dan karena itu juga aku sering dipanggil koh indra, tak hanya cewe cewe temen kampus yang manggil aku koh indra tapi tante tante pelanggan parfumku juga sering manggil seperti itu.

Ada beberapa tante yang jadi pelangganku yang bisa dibilang beda dari yang lain, namanya tante vivi dan tante vina keduanya memiliki postur tubuh yang atletis (mungkin aktif senam) bentuk wajah yang cantik nan anggun dengan rambut panjang mengombak sampai punggung kulit putih bersih seperti susu, aku tidak tau berapa ukuran payudaranya yang jelas kalau dipegang lebih dari pas, sering mereka bersama karena aku sering melihat mereka belanja bersama di mall, pernah aku ketemu dengan kedua tante itu dan ngobrol bersama saat makan siang kami ngobrol bertiga karena temanku nggak jadi datang kesini dengan alasan tugas belum kelar, obrolan semakin seru ketika tante vivi mulai melontarkan canda tawanya saat bercanda denganku.
kuperhatikan wajah mereka begitu cantiknya mempesona ditambah lagi dress mereka berdua sungguh sangat menggoda yang menampakan paha mulus dan belahan dada yang putih bersih,
satu jam tak terasa berlalu kami habiskan bercanda bersama, karena masih ada kerperluan lain aku harus pergi dan meninggalkan kedua tante cantik ini.
malam hari saat aku sedang duduk santai minum kopi sendirian diwarung deket kampus kulihat dari agak kejauhan ada mobil berhenti seperti mogok dan mobil itu keliatan nggak asing bagiku tapi karena malam hari aku tidak begitu jelas melihatnya, tiba tiba hpku bergetar ada pesan bbm dari tante vivi dan ternyata aku benar mobil yang aku lihat barusan itu adalah mobilnya tante vivi yang katanya mogok ntah nggak tau kenapa, langsung saja aku menghampirinya karena sudah malam dan agak sepi kedatanganku mengagetkan tante vivi yang tiba tiba datang mendekatinya.

“tante vivi.. ” panggilku
“eh kirain siapa nakut nakutin aja koh indra, kok cepet banget datengnya?”
“kan daerah sini tempat tongkrongan aku sama anak anak tante, kebetulan aku lagi nongkrong diwarung langganan didaerah sini jadi cepet datengnya, mobilnya kenapa tante?”
“oh.. pantesan.. nggak tau nih koh tiba tiba mogok gini, mana badan udah capek” jawabnya sambil mengeluh..
Baru aku mau menawarkan tumpangan untuk mengantar tante vivi pulang tiba tiba hujan turun dengan lebatnya disertai angin sontak kami berdua kaget dan kebingungan mencari tempat untuk berteduh kulihat diseberang jalan ada tepat duduk langsung aku tarik tangan tante vivi menuju seberang jalan.
kami berdua bingung harus gimana kulihat tante vivi mulai kedinginan, karena baju tante vivi berwarna putih dan basah jadi bhnya nampak jelas sekali membuat kontiku konak.
kutawarkan tante vivi untuk menginap dikontrakanku lalu tante vivi mengiyakan tanpa basa basi, aku meninggalkannya sebentar berlari kewarung tadi untuk pinjam payung.
untung kontrakan lagi sepi paling cuman ada satu dua orang itupun mereka belum tentu sudah pulang, sampai dikontrakan kuberikan handuk untuk mengeringkan badannya, aku mencari baju untuk tante vivi tapi tidak ada yang cocok, kutawarkan sendiri kepadanya untuk memilih baju ganti.
keluar dari kamarku tante vivi mengenakan baju lengan panjang warna putih polos dan berbahan tipis sepanjang pahanya, aku sendiri tidak ingat kalau punya baju itu, terlihat samar samar puting susu tante vivi dibalik baju tipis tsb sontak aku sedikit kaget menelan ludah, kutawarkan kopi untuk menghangatkan badan.
diruang tengah kami mengobrol cuman berdua karena dua temanku yang lain sepertinya tidak pulang kekontrakan, saat asik ngobrol pikiranku melayang ntah kemana karena sungguh malam ini tante vivi sangat terlihat sexy sekali.
Obrolan sedikit berkurang karena kulihat tante vivi sudah kelelahan, kutawarkan untuk tidur dikamarku dan tidak sangka sekali tante vivi memintaku untuk memijitnya langsung aku iyakan tanpa basa basi lagi, kami beranjak menuju kamar dan tante vivi mengambil botol dari tasnya, kukira itu botol minuman ternyata itu adalah cairan khusus untuk pijatan.
Tante vivi mulai tiduran tengkurap dikasurku dan mulailah jari jariku bekerja memijitnya, perlahan lahan kupijit pundak dan punggungnya.
badannya sungguh harum wangi sekali membuat kontiku semakin konak, karena pijatanku bajunya jadi tersingkap keatas dan kagetnya aku melihat bongkahan panti yang berisi padat sekali dan juga ternyata pantat tak ada sehelai benang sama sekali, pikirku kalau baju ini dibukanya akan telanjang bulat.
pikiranku semakin melayang jauh membuat kontiku semakin tegang mengeras..

“koh body losionnya nggak dipake?”
pertanyan tante vivi yang membuyarkan pikiran ngesesxku
“oh iya tante, kirain ini tadi apaan jadi nggak aku pake.” jawabku polos..
“itu gunanya buat mijit koh..” jawabnya sambil berdiri dan melepas bajunya sontak mataku melototi bodynya yang sangat sexy sekali.
lanjut aku memijatnya dengan keadaan konti yang sudah dipuncaknya, sekitar 10 menit aku memijat pungung halusnya dan disuruhnya aku memijat bagian bawah pahanya langsung aku kerjakan tanpa pertanyaan, terlihat sangat jelas sekali lubang pantinya yang bersih dan vaginanya yang sedikit masih tertutup karena tengkurap, kucoba perlahan memijat pantinya sambil jariku menyentuh dua lubang. terdengar sedikit suara rintihan dari mulutnya, dan akupun semakin memberanikan diri untuk menyentuh dua lubang pantinya, karena sudah tak tahan jariku langsung kumasukan kedalam memeknya.
“eh.. eh.. eh..” begitulah suara rintihan dari mulut tante vivi, lalu sedikit kuangkat panti yang padat tsb lalu kumainkan lagi jari dan lidahku sembari memainkan klirotisnya, tante vivi mulai mendesah semakin keras, pantinya bergoyang goyang merasakan permainan jariku.
cukup lama permainan jari dan lidahku, tiba tiba tante vivi mulai mengejang diiringi keluar cairan dari memeknya.
terkapar lemas tak berdaya kubalikan tubuhnya dan kini terlihat jelas sekali bongkahan payudaranya yang cukup besar, kubuka semua pakaianku dan langsung kulahap habis habisan payudaranya, kuciumi bibirnya yang sangat menggoda, tangan kiriku memegang kepalanya dan tangan kananku memainkan memeknya, karena sudah tersadar dari ilusi orgasme tadi tangan tante vivi mulai mengocok kontoku perlahan, kuciumi semua dari bagian atas sampai ke memeknya harum wanginya tak membuatku merasa risih, kumainkan lagi dengan lidahku desahan tante vivi kembali keluar dari mulutnya setelah puas memainkan memeknya kuangkat tubuhnya dan kuarahkan kepalanya ke kontiku, dikulumnya dan disedot dua bola kenyal tsb, lidah yang bergoyang pada kepala kontolku membuat geli merinding sampai ubun ubun.
puas memainkan kontolku kini tante kurebahkan dan saatnya kontolku yang beraktifitas dilubang memeknya, perlahan kugesekan kepala kontolku sedikit sedikit pada memek tante dan tante tak kuat menahan rangsangan tsb..
“ayo sayang jangan mainin tante terus dong..”
tapi kesegakanku tetap berlanjut sampai tante benar benar merintih memohon.
“jangan siksa tante dong sayang.. please sayang masukin..”
kumasukan sedikit demi sedikit agak licin karena cairan pertama tante tadi, kusodokan lebih dalam lagi dan tante merintih karena mungkin ukuran kontolku yang sedikit lebih besar dari biasanya, setelah seluruh kontolku masuk kulanjutkan dengan maju mundur seiring berjalan tante vivi mengikuti alur permainan, bibirnya yang sangat menggoda itu kusedot habis habis pelukanku semakin erat kuciumi leher dan payudaranya, puas dengan seluruh tubuhnya kini kami berganti posisi dan sekarang tante vivi yang diatas dan aku tiduran memandang dua payudara kenyal, dengan posisi ini aku lebih leluasa bersantai tapi tak lama goyangan maut tante dan pemandangan payudara naik turun membuat pertahanaku semakin melemah akhirnya kuganti posisi menjadi doggystyle karena aku belum puas ngentot dengan tante vivi.
suara irama benturan yang kupercepat membuat tante menjerit “eh.. eh eh.. terus sayang masukin lagi lebih dalam.” puas dngn gaya ini kembali aku terlentang dibawah dan tante diatas dengan goyang driblenya, “eh… eh.. plok plok plok..” goyangan tante semakin lama semakin cepat membuatku tak bisa bertahan lama..

“tante aku mau keluar.. “
“tante juga sayang.. kelurain semuanya didalam aja sama tante.. eh.. ah…ah.. “
croot.. croot.. crooot.. semua cairan spermaku ditelan oleh memek tante, serasa hangat sekali dan serasa dipijit kontolku oleh memek tante.
dan akhirnya kami terkapar lemas dengan kontolku yang masih terbenam didalam memeknya, kami tidur berpelukan dengan tante yang masih berada diatas tubuhku.

tak terasa kami tertidur bersama, kubaringkan tante diseblahku dan tanganku masih bermain diarea payudara yang kenyal itu.
“pijitan kamu nikmat sekali sayang.. tante puas banget..”
“pijitan memek tante juga nikmat, serasa kontolku mau ditelan habis sama memek tante” sambil kuraba memeknya dan tante hanya tersenyum manis, kuciumi bibir tante dan sekitar toket kenyalnya dengan mesra..
“eh.. ehh.. tante udah nggak kuat lagi sayang.. malam ini tante udah puas banget..”
suara tante yang mendesah kegelian karena ciumanku..
selesai saling pijat memijat kugendong tante kekamar mandi untuk membersihkan diri.
selesai mandi bersama kami lanjutkan istirahat dikamar tidur bersama dengan keadaan masih telanjang bulat, kupeluk tante dengan penuh kasih sayang layaknya suami istri.

Tak terasa kami tidur dengan puasnya dan bangun kesiangan, kulihat jam menunjukan pukul 9 pagi.
“kamu nggak berangkat kuliah”
“hari ini libur tante, makanya kontrakan hari ini sepi”
“pinter kamu ya.. manfaatin keadaan”.
beranjak dari tidur kami mandi bersama dan saling membasuh badan, saat kumandikan tante tanganku tak hentinya bermain ditoket maupun memek tante, jari jari kumasukan kedalam memek tante dan kuciumi mesra lehernya dari belakang, tante hanya mendesah merem melek dan tangannya yang memainkan kontolku.
karena kontolku sudah berdiri dengan tegak kumasukan kedalam memek tante yang baru saja kumandikan, dengan posisi membungkuk kusodok dari belakang.
kugesekan kontolku diarea memeknya dan tante merintih “ehh.. ehh.. masukin sayang..”
“bles.. plok plok plok.. plok.. “
perlahan sedikit demi sedikit kukentot tante vivi dengan gaya doggystyle, puas dengan gaya ini kubalikan tubuh tante dan sekarang kami saling berhadapan, kuangkat satu kaki tante dan kumasukan lagi kontolku kedalam memeknya.
permainanku semakin lama semakin cepat kulepaskan tanganku yang dari tadi memegang kaki tante, kupojokan tante dan kuhujam dengan keras dengan kedua tanganku memegang panti yang padat tsb dan posisi tangan tante yang merangkul dileherku.
“ahh.. ah.. ah. ah.. eh..”
” plok plok.. plok… plok..”
begitulah suara racau tante.
kulumat habis bibir manisnya itu, lama kami dengan posisi berdiri seperti ini, karena pertahananku sudah hambir jebol kuangkat tante dan sekarang posisi tante aku gendong, sangat puas sekali hujamanku dengan posisi ini, suara benturan yang cepat dan desahan tante membuatku sudah tidak kuat lagi..
“tante aku mau keluar..”
“tante juga sayang… keluarin didalam lagi aja.. “
“plok.. plok.. plok.. plog.. crot crot.. crot.. crot.. crot.. “
tumbang juga pertahananku dengan posisi ini, karena lemas tante tidak kuat berdiri, akhirnya kupeluk tante dengan kontolku yang masih terbenam didalam kandangnya.
kuambil shower yang tergantung disebelahku, lalu kusiram tubuh kami yang masih berpelukan karena kedinginan akhirnya tante tersadar dari kelelahannya, kurebahkan tante dibak mandi kusirami tubuhnya dan kebersihkan dengan sabun, selesai mandi bersama kami kembali mengenakan pakaian kami masing masing.

selesai dengan kegiatan pagi ini tante vivi kuantar kebengkel untuk memanggil montir dan memperbaiki mobilnya.

Bagiku malam itu adalah malam yang paling memuaskan, sering kami melakukan pijat memijat dimanapun dan kapanpun kalau tante vivi menginginkanya.
______________________________________________
Sekian cerita dari saya..
mohon maaf apabila tulisan dan cara perangkaian kalimatnya kurang bagus untuk membuat para suhu konak.. hihihi..
salam semprot.

Pencarian terkait:

chat mesum sama pacar, pijat bu hari magelang, pijat magelang, cerita petualangan seks jimmy, pijat bu hari cacaban, janda super pp bu hari magelang, pp bu hari magelang, screen shot chattingan seks via line, screenshot chat tante, pijat di magelang
Uncategorized