Bella Selimut Hidupku

Aku mengintip di balik jendela kamarku. Sebuah mobil Terios warna biru keluar dari garasi. Bergerak menjauh, seorang gadis muda melambaikan tangan pada pengemudinya. Dan mobil itu menghilang dari pandangan setelah belok di tikungan menuju jalan raya. Aku duduk di pinggiran kasur, lalu rebahan. Terdengar suara langkah kaki seperti setengah berlari di tangga menuju lantai atas, tempat kamarku berada. Pintu pun terbuka, tanpa diketuk terlebih dahulu karena dia tahu kalau aku ada di kamar. Dan dia masuk. Namaku Toni. Dan gadis itu adalah Bella. Dia anak pemilik kos-kosan yang aku tinggali. Kami menjalin hubungan sudah hampir dua tahun. Dari awal memang aku sudah menaruh perhatian khusus pada Bella. Hal yang paling menarik darinya adalah cara berpakaiannya yang selalu menggoda, tapi memang tubuhnya proporsional sih. Cara dia memadu-padankan pakaiannya layak diacungi jempol. Hari itu hari Minggu, semua penghuni pulang kampung. Kecuali aku. Karena saat itu sudah aku nantikan.

“Papah sudah berangkat?”, tanyaku….masih posisi rebahan. Dia jawab dengan anggukan kepala.
“Sekarang cuma ada kita kak”, katanya. Wajahnya jawa banget. Aku balas dengan senyuman. Aku bangun dan duduk di pinggiran kasur. Dia berjalan mendekatiku, setelah sebelumnya dia buka kaos putih bergambar Hello Kitty. Memamerkan tubuh sintalnya yang berkulit putih. Payudara remajanya terlihat padat berisi masih terbungkus bra tali warna hijau pupus…yang aku belikan minggu lalu. Dia berjanji akan memakainya untukku. Dan kini dia menepatinya.

Sebelum dia beranjak lebih jauh, aku bergegas mendekatinya. Aku peluk Bella. Aku peluk tubuh sintal itu. Tubuh yang sudah setahun ini aku nikmati. Kuciumi lehernya, telinganya. Lalu keningnya. Dia agak protes dengan pasang muka manyun. Aku paham, aku sengaja bikin dia ngambek hehe. Selanjutnya aku ciumi bibirnya. Dia masukkan lidahnya ke mulutku. Lidah kami beradu. Tanganku tentu saja tidak tinggal diam. Bergerilya menyusuri pinggang lalu naik ke atas…mengelus-elus punggungnya. Bella sangat suka diperlakukan seperti itu. Dia sangat menikmatinya. Sesekali terdengar lenguhan lembut dari bibirnya yang bagian bawahnya lebih tebal dari bibir atas. Wangi parfum yang dia pakai membuatku makin terbakar birahi. Agak sulit mengontrol diri dalam posisi seperti itu karena payudaranya menempel di dadaku. Membuatk penisku mengeras berontak.

Aku peluk dari belakang sambil jemariku mencoba melepaskan BH hijau pupus yang dikenakannya. Masih merangsang lehernya, segera payudara indah itu bergelantungan bebas tanpa penahan. Seolah menggantikan BH tadi, tanganku menggenggam benda kenyal itu. Aku usap pelan dari perut….lalu naik keatas. Akhirnya sampai di payudara Bella. Tangan kiri masih bertahan menyangganya sedangkan tangan kanan pelan-pelan menyusuri perut. Mengusap pusar dan akhirnya masuk ke celana dalam hitam favorit Bella. Habis dicukur ternyata. Jemariku merasakan agak lembab dan mungkin sudah agak basah dibawah sana. Adegan selanjutnya pasti para suhu sudah mengerti

Kami bercumbu pagi itu. Aku ambil kondom dari tas ransel di samping kasur. Kurobek dan meminta Bella untuk memasangkannya pada penisku. Tak buang waktu jagoanku segera menunaikan tugasnya. Bergerak keluar masuk vagina Bella tanpa melepas celana dalamnya. Melainkan hanya menggeser sedikit kesamping. Awal-awal dia ambil posisi terlentang. Urat-urat penis yang menonjol seolah memijit klitoris seksinya. Desahan Bella terdengar lamat-lamat. Ketika menggenjot vaginanya, kusempatkan melihat wajah Bella. Matanya terpejam menikmati senam pagi itu. Bibir bawahnya setengah digigit, menambah keseksian parasnya yang ayu dan dilanda birahi itu. Payudara kenyalnya tak lepas dari operasi militer mulutku. Putingnya kanannya ku hisap dan ku pilin dengan bibir. Sembari penisku tetap menggarap vagina Bella. Selang beberapa lama pantat Bella agak menghentak keatas. Mungkin kode bagiku untuk mengantarkannya ke gerbang orgasme pertama. Tempo genjotan aku percepat hingga terdengar suara paha kami yang saling beradu. Cairan cinta menghiasi pangkal paha kami. Aku bergeser rebahan di samping tubuh Bella. Masih terpejam, dengan nafas yang makin pelan. Ku pandangi wajahnya. ku usap rambutnya. Kuciumi keningnya. Rambutnya wangi, wangi shampoo. Sejenak hening. Lalu dia membuka obrolan, bercerita tentang teman-teman sekolahnya, keadaan dirumahnya dan kejadian sehari-hari lainnya.

Lalu dia bercerita kalau ada cowok yang kayaknya naksir Bella. Kakak kelas katanya. Jadi agak cemburu nih gara-gara itu. Gak terima ada cowok lain yang naksir Bella aku jadi agak emosi. Daripada marah-marah gak jelas nanti malah keliatan childish mending kulampiaskan dengan menggenjot vagina Bella lagi. Seolah Bella paham kecemasanku, dia mengelus-elus penisku yang masih tidur. Mendapat perlakuan istimewa seperti itu perlahan penisku menegang lagi dengan gagahnya. Ah kebetulan, segera kukecup bibirnya lalu kuarahkan dia ke posisi sujud. Ku ciumi punggungnya, sedangkan penis ku oleskan ke belahan pantatnya. Ujung penis udah agak basah. Bella memberi instruksi agar main alus aja, jangan kasar. Tentu saja kuturuti. Pasang kondom lagi lalu cusss….penis kembali bersarang di vagina Bella. Maju mundur….perlahan….Bella menikmati tempo pelan ini. Goyangan pantatnya gemulai mengikuti sodokan penisku. Penisku pun mendapatkan servis kelas satu. Seperti dipilin-pilin, kesimpulannya bibir atas dan “bawah” alias vagina Bella punya skill yang sepadan hehe. Nikmat banget.

Tubuh Bella agak bergetar beberapa saat. Kadang tubuhnya seperti mau roboh. Hmmm….harus segera disikapi nih. Pompaan penis ke vagian yang sudah becek itu makin kupercepat. Sampai berbunyi kecipak kecipuk. Kembali tubuh Bella bergetar mengejang hingga akhirnya rebah di kasur. Kutarik penisku keluar vagina dan criittt……basah kuyup. Kutindih tubuhnya, kubelai payudaranya dari samping. Kubisikan pelan….”aku sayang kamu”. Bella hanya tersenyum.

Pencarian terkait:

foto bella bigo, bella saphira bugil, memek bella saphira, cerita ngentot bella saphira, cerita dewasa Bella Saphira, bella bigo bugil, Ml aku ngentot bella saphira, Cerita ngentot bela sapira, bigo live bugil bella, bella bigo live profil
Uncategorized